Prihatin Erupsi Lewotobi, Shinta Maku Djawa Bagikan 10.000 Masker ke Warga Terdampak di Wulanggitang

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 2 Januari 2024 - 10:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 473 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SMD mengenakan masker kepada warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Tim SMD mengenakan masker kepada warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki mendapat.masker dari Calon Anggota.DPR RI Shinta Maku Djawa

Meski tidak terlibat langsung, Shinta Maku Djawa berharap bantuan 1.000 masker yang disalurkan bisa memberikan ketenangan kepada warga terdampak yang sedang terlilit persoalan kesehatan menghadapi bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat. Kasihan, warga butuh bantuan segera untuk melindungi diri dari dampak abu vulkanik, apalagi para lansia dan balita,” ungkap Shinta Maku Djawa.

Selain masker, Shinta Maku Djawa juga menyalurkan puluhan dos air mineral. Air bersih untuk kebutuhan konsumsi sangat dibutuhkan akibat  pencemaran air bersih menyusul terjadinya erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Tim SMD yang menelusuri Wulanggitang dan Hokeng untuk menyalurkan bantuan, menemukan berbagai persoalan yang dihadapi warga terdampak. Disebutkan antara lain, cream anti nyamuk, obat-obatan dan vitamin.

Baca Juga :  Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Maria Yashinta Maku Djawa berkeinginan mengunjungi langsung warga terdampak di Wulanggitang dan Hokeng.

“Semoga saya bisa mengunjungi langsung dan membantu cream anti nyamuk bagi masyarakat yang terkena dampak,” ujar Shinta Maku Djawa.

Berita Terkait

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:00 WITA

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:57 WITA

Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terbaru