Eliminasi selektif yang menjadi kampanye Penjabat Bupati Sikka, sepertinya hanya di atas kertas saja. Tidak ada tindakan nyata di lapangan. Dan itu terbukti dengan munculnya beberapa kasus gigitan oleh anjing yang tidak diikat pada beberapa hari terakhir.
Pada bagian lain, vaksinasi terhadap hewan penyebar rabies, juga masih rendah. Populasi anjing di Kabupaten Sikka berjumlah 55.000 ekor, tetapi yang sudah mendapatkan vaksinasi sebanyak 21.662 ekor. Itu pun data ini merupakan data tahun lalu.
Vaksin HPR tersisa 1.501 dosis saja, tidak mampu mengamankan populasi anjing yang belum divaksin. Belum diketahui sejauh mana langkah Penjabat Bupati Sikka berpikir dan mengambil tindakan cepat untuk menambah vaksin HPR dengan menggunakan APBD Kabupaten Sikka, bukan bergantung kepada bantuan pihak lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu Vaksin Anti Rabies sedang kosong. Sebanyak 1.000 dosis VAR bantuan dari Dinas Kesehatan Propinsi NTT pada pertengahan Maret 2024, dalam sekejap habis. Lagi-lagi Pemkab Sikka hanya menunggu bantuan dan belas kasihan pemerintah propinsi atau pemerintah pusat.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












