Dia juga menyinggung beberapa karya seni tarik suara yang sempat viral di blantika musik nasional seperti Gemu Fa Mi Re, Ikan Nae di Pante, dan Karna Su Sayang.
“Kalau kita pernah dengar lagu Maumere da gale Kota Ende, Gemu Fa Mi Re, itu diciptain Nyong Franko, anak Sikka, juga ada Ikan Nae di Pante, dan juga satu lagu lagi, yang juga ngetop, Karna Su Sayang,” sebut Ansy Lema.
Buat politisi PDI Perjuangan itu, karya-karya seni tarik suara yang viral itu menunjukkan bahwa Maumere of Flores memiliki banyak talenta muda kreatif. Harapannya, agar pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten harus memberikan perhatian untuk itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya membayangkan, ke depan akan ada sebuah rumah besar seni tempat berkumpul insan kreatif yang orang sering sebut dengan Creative Hub,” ujar Ansy Lema.
Tidak cukup di situ. Ansy Lema juga bicara soal kunjungan Paus ke Indonesia. Topik ini memang sengaja diangkat, bertepatan dengan kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia sejak hari ini.
“Kalau bicara Paus, Paus Yohanes Paulus II, Santo Yohanes Paulus II, mengunjungi NTT, mengunjungi Indonesia, dan ada di Kota Maumere,” kenang dia.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












