“Magang dan P5 merupakan kegiatan kurikuler. Sebelumnya berjalan masing-masing dan dalam waktu yang berbeda, tapi tahun ini sekolah mengambil kebijakan Magang dan P5 dijadikan satu,” jelas Thomas Tunga.
Setidaknya terdapat 14 bidang magang yang dipilih dan diikuti peserta didik. Setiap magang dibimbing guru yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing. Dalam proses ini, sekolah membuat penilaian karakter peserta didik. Seluruh penilaian sesuai nilai Profil Pelajar Pancasila dan sekaligus menjadi nilai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
“Hasil kegiatan Magang dan P5 direalisasikan dalam bentuk pameran, bazar, dan pentas seni atau yang disebut Perayaan Belajar,” ujar Thomas Tunga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun 14 bidang kegiatan Magang dan P5 yakni musik dan tari tradisional, musikalisasi puisi dan teater, perkusi, tari kreasi, film pendek dan spater editor, melukis, ansambel, musikal bahasa Inggris, solo vocal dan vocal group, band, master of ceremony, seni kriya, tata boga, serta jurnalistik dan cipta puisi.
Seluruh 14 bidang kegiatan Magang dan P5 ini dieksplor begitu luar biasa pada pagi hingga siang hari dan sore hingga malam hari di halaman parkir SMPK Frater Maumere. Pada sesi awal digelar Pameran Gelar Karya P5, kemudian dilanjutkan sore hingga malam hari dengan Pentas Seni.
Pada Pameran Gelar Karya P5, terlihat puluhan lapak dan stand pameran yang menyajikan hasil karya dan kreatifitas anak-anak SMPK Frater Maumere, dalam bentuk karya seni dan pelbagai kuliner.


Ikuti Kami
Subscribe












