Lalu 195 KK atau 610 jiwa menempati Posko Pengungsi Boganatar di Aula Paroki Gereja Kringa Desa kringa Kecamatan Talibura. Terdata 41 lansia, 33 anak, 5 ibu hamil dan 2 disabilitas.
Selanjutnya 75 orang dari Biara Susteran SSpS Hokeng mengungsi ke Biara Susteran SSpS Santo Gabriel di Desa Namangkewe Kecamatan Kewapante. Mereka terdiri dari 15 biarawati, 15 calon biarawati, 10 karyawati, dan 35 anak asrama.
Kabar terbaru hari ini, Selasa (5/11), menyebutkan karyawati dan anak-anak SMPK Sanctisima penghuni asrama sudah dijemput orang tua masing-masing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lalu 8 KK atau 30 jiwa mengungsi di runah warga di Desa Nangahale Kecamatan Talibura. Begitu juga 8 KK atau 27 jiwa mengungsi di rumah warga di Desa Timu Tawa Kecamatan Talibura.
Selain melalukan monitoring, Pemkab Sikka juga mulai mendistribusikan bantuan seperti indomie, telur ayam, air mineral, masker, obat-obatan dan alas tidur.
Untuk antisipasi bertambahnya jumlah pengungsi, Pemkab Sikka akan mendirikan Posko Pengungsian yang baru. Selain itu juga akan dibangun dapur umum di pusat pengungsian SD Hikong dan Aula Pastoran Boganatar.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












