Kali itu Sosimus Mitang tidak membawa wajah Partai Golkar. Pasangan Soda diusung Koalisi Bersama Membangun Sikka yang didukung Partai Nasional Indonesia Marhaenisme, Partai Demokrat, Partai Patriot Pancasila, dan Partai Sarikat Indonesia.
Kemudian, Ketua Partai Golkar Sikka Rafael Raga tampil gagah dalam proses Pilkada Sikka Periode 2013-2018. Putra Tana Ai yang waktu itu menjabat sebagai Ketua DPRD Sikka, direkomendasikan berpasangan dengan birokrat andal Zakarias Heriando Siku.
Pertarungan seru dan panas antara 9 pasangan calon. Ada petahana Sosimus Mitang dan Wera Damianus, yang bertarung dengan “bendera” masing-masing. Ada juga seteru konflik terselubung mantan Bupati Alexander Longginus dan mantan Wakil Bupati Yoseph Ansar Rera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rafael Raga dan Heri Siku hanya bisa finis di posisi ketiga. Partai Golkar kembali apes. Pertarungan berlanjut ke putaran kedua. Akhirnya Yoseph Ansar Rera dan Paolus Nong Susar menyingkirkan Alexander Longginus dan Fransiskus Roberto Diogo.
Lima tahun berikut Partai Golkar masih setia dengan tradisi merekomendasikan ketua partai dalam pentas reformasi politik lima tahunan. Rafael Raga kembali didorong maju dalam percaturan politik Periode 2018-2023.
Tapi kali itu Rafael Raga “turun status”, menjadi Calon Wakil Bupati. Dia berpasangan dengan petahana Yosep Ansar Rera. Dua kandidat ini didukung cukup banyak partai politik. Koalisi gemuk, begitu istilah sekarang ini.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












