Juventus dan Subandi harus berpikir keras meningkatkan PAD.
Banyak sekali sumber pendapatan yang belum dimaksimalkan. Kinerja dan semangat kerja instansi juga harus digairahkan.
Tahun ini target PAD Rp 122.744.621.614. Jika Juventus dan Subandi bisa melakukan terobosan hingga mencapai target, tentu ini akan menjadi role model. Tapi jika capaiannya standar saja, artinya Juventus dan Subandi pun tidak ada keistimewaan apapun. PAD menjadi salah satu tolok ukur kemampuan pemimpin dalam mengorganisir pemerintahan.
Masalah di sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, koperasi, UMKM, kependudukan, ketenagakerjaan, ketahanan pangan, dan lain-lain, terus datang silih berganti. Litania-nya terlalu panjang untuk diuraikan. Juventus dan Subandi perlu belajar secara baik semua persoalan, dan mencarikan jalan keluarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Konsep pentahelix yang diinisiasi Juventus dan Subandi, sejatinya bukan barang baru dalam sejarah pemerintahan di Kabupaten Sikka. Baik juga konsep ini disempurnakan lagi dengan gaya dan cara Juventus dan Subandi, sehingga lebih terlihat kolaboratif dan partisipatif untuk memecahkan berbagai persoalan di daerah ini.
Di tengah segudang masalah klasik itu, Juventus dan Subandi juga dilingkari dengan janji-janji politik selama proses Pilkada. Ini adalah kewajiban yang perlu dituntaskan selama masa pengabdian. Masyarakat tentu akan kawal dan tagih.
Tidak ada alasan bagi Juventus dan Subandi untuk mangkir dari janji politik sambil berargumentasi diplomatis. Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sepertinya bakal dijadikan tameng oleh semua kepala daerah termasuk Juventus dan Subandi.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












