“Beberapa kali DPRD NTT datang kunjungan kerja, foto-foto, terus bilang rumah tidak layak huni. Kami marah sekali,” tambah Ance Pareira Mandalangi.
Malah, kata dia, dalam kunjungan kerja ke Asrama NTT, DPRD NTT pernah mengusulkan agar aset tersebut dijual, selanjutnya membeli aset yang baru. Masyarakat dan mahasiswa NTT tidak setuju, sambil membandingkan Asrama NTT di Paseban Jakarta yang kemudian dijual dan seterusnya pindah ke Depok.
Terhadap kondisi seperti itu, masyarakat NTT kemudian mengusulkan agar Pemprop NTT bekerjasama dengan investor untuk aktifitas positip apa saja, dengan catatan membangun asrama putra/putri bagi mahasiswa dan tugas belajar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menambahkan Wagub Yoseph Nae Soi dan Ketua Badan Penghubung di Jakarta Viktor Manek pernah juga mengunjungi Asrama NTT. Begjtu juga Penjabat Gubernur NTT Ayodhia GL Kalake pernah ke Asrama NTT.
“Setelah Pa Ayodhia Kalake datang, tidak lama kemudian aset tersebut dipagari,” jelas dia.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












