Hindari Derasnya Debu Vulkanik, Bayi Kembar 4 Bulan Dievakuasi ke Maumere Jam 1 Dinihari

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 18 Juni 2025 - 18:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 338 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Evakuasi bayi kembar dari Desa Kringa ke Maumere, Rabu (18/6) dinihari, paskah letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki

Evakuasi bayi kembar dari Desa Kringa ke Maumere, Rabu (18/6) dinihari, paskah letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki

Maumere-SuaraSikka.com: Sepasang bayi kembar berusia 4 bulan dari Desa Kringa Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka dievakuasi ke Maumere pukul 01.00 Wita dinihari, Rabu (18/6). Hal ini untuk menghindari derasnya debu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki yang menghantam wilayah Kringa dan sekitarnya.

Bayi kembar ini dievakuasi bersama ibu kandung bernama Anastasia Lewar, yang membawa juga 2 anak laki yang masih kecil. Supaya tidak mengalami kendala karena harus mengurus 4 anak, Anastasia Lewar mengajak juga seorang keluarga.

Anastasia Lewar mengaku memilih mengungsi ke Maumere karena suasana yang sangat mencekam sekali akibat derasnya debu vulkanik. Dia kuatir kesehatan anak-anaknya terganggu.

Baca Juga :  Karolus Roger Evantino, Anak Ideologis Presiden Prabowo, Dirikan SPPG di Nangatobong

“Debu vulkanik kencang sekali, sehingga saran keluarga sebaiknya ke Maumere,” ujar dia di Maumere.

Dinihari itu kebetulan ada petugas BPBD Sikka yang sigap melakukan monitoring menyusul letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki.  Sejumlah warga pun langsung dievakuasi ke Rumah Singgah Maumere menggunakan mobil operasional BPBD Sikka.

Berita Terkait

Jaksa di Sikka Intip Kegagalan Pembangunan Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo
Jika Ada Juknis Baru, Bupati Sikka Usulkan MBG Sasar Akun Palsu
Karolus Roger Evantino, Anak Ideologis Presiden Prabowo, Dirikan SPPG di Nangatobong
Gempa Tektonik 4,9 SR Guncang Sikka, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar Mentok Fisik 56 Persen, Jaksa di Sikka Gagal Pendampingan
Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies
Dinkes Sikka Lalai, Rp 4,3 Miliar Gagal Salur ke Daerah
Humerus Andreas Bakal Dilantik PAW DPRD Sikka, Masih Tunggu SK Gubernur NTT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:25 WITA

Jaksa di Sikka Intip Kegagalan Pembangunan Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:28 WITA

Jika Ada Juknis Baru, Bupati Sikka Usulkan MBG Sasar Akun Palsu

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:30 WITA

Karolus Roger Evantino, Anak Ideologis Presiden Prabowo, Dirikan SPPG di Nangatobong

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:48 WITA

Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar Mentok Fisik 56 Persen, Jaksa di Sikka Gagal Pendampingan

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:48 WITA

Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:47 WITA

Dinkes Sikka Lalai, Rp 4,3 Miliar Gagal Salur ke Daerah

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:32 WITA

Humerus Andreas Bakal Dilantik PAW DPRD Sikka, Masih Tunggu SK Gubernur NTT

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:21 WITA

Sedih! Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar, Fisik Hanya 59 Persen

Berita Terbaru