Kunker Komisi XI ke Australia Dituding Larikan Diri dari Aksi Demo, Melchias Mekeng: Sudah Dijadwalkan 3 Bulan Lalu

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 1 September 2025 - 19:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 527 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana kunjungan kerja Komisi XI di Sydney Australia

Suasana kunjungan kerja Komisi XI di Sydney Australia

Maumere-SuaraSikka.com: Kunjungan kerja anggota Komisi XI DPR RI baru-baru ini ke Sydney Australia mendapat perhatian publik. Pasalnya kunjungan kerja tersebut bertepatan dengan aksi demonstrasi menyusul tuntutan penghapusan tunjangan rumah Anggota DPR RI. Alhasil, kegiatan politis itu dituding sebagai bentuk melarikan diri dari aksi demonstrasi.

Melchias Markus Mekeng, anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar membenarkan kegiatan kunjungan kerja tersebut. Namun dia membantah keras kunjungan kerja itu sebagai bentuk melarikan diri dari aksi demonstrasi.

“Kunjungan kerja itu sudah dijadwalkan 3 bulan lalu,” ungkap Melchias Mekeng, Minggu (31/8).

Melchias Mekeng menegaskan bahwa dirinya tidak perlu takut dan kabur, karena dia tidak memiliki kesalahan yang menimbulkan aksi besar-besaran yang terjadi di berbagai daerah.

Baca Juga :  Kolaborasi BPJS dan Gojek, Pastikan Pengemudi Mitra Terlindungi Program JKN

“Ngapain kabur? Kita gak ada salah, kok kabur? Semua tugas-tugasnya kan resmi dari DPR,” ujar dia.

Dia mengatakan kunjungan kerja Komisi XI dilakukan untuk menjalankan misi terkait pembahasan Undang Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Berita Terkait

Konsisten Lakukan Transformasi Digital, BPJS Kesehatan Beri Penghargaan kepada 27 Faskes
Kolaborasi BPJS dan Gojek, Pastikan Pengemudi Mitra Terlindungi Program JKN
KPK Gelar OTT ke-11 Tahun 2025 di Kalsel, Aparat Daerah Mulai Diperiksa
Usulan Koalisi Permanen, AHP: Mengada-ada, Tidak Sesuai Realita Politik
2 Matel Tewas Mengenaskan, Melchias Mekeng Kecam Tindakan Brutal Oknum Polisi
Luka Modric Tunggu Italia di Piala Dunia 2026
Usul Kepala Daerah Dipilih DPRD Menguat, PDIP Buka Suara
Brasil dan Prancis Masuk Grup Neraka Piala Dunia 2026
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:25 WITA

Jaksa di Sikka Intip Kegagalan Pembangunan Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:28 WITA

Jika Ada Juknis Baru, Bupati Sikka Usulkan MBG Sasar Akun Palsu

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:30 WITA

Karolus Roger Evantino, Anak Ideologis Presiden Prabowo, Dirikan SPPG di Nangatobong

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:48 WITA

Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar Mentok Fisik 56 Persen, Jaksa di Sikka Gagal Pendampingan

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:48 WITA

Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:47 WITA

Dinkes Sikka Lalai, Rp 4,3 Miliar Gagal Salur ke Daerah

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:32 WITA

Humerus Andreas Bakal Dilantik PAW DPRD Sikka, Masih Tunggu SK Gubernur NTT

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:21 WITA

Sedih! Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar, Fisik Hanya 59 Persen

Berita Terbaru