Pernah sekali Kartu JKN miliknya diketahui rusak. Apri sempat bingung. Dia lalu bertanya kepada petugas di Kantor BPJS Kesehatan dengan maksud mencetak kartu baru. Namun, dia memperoleh informasi bahwa saat ini tidak ada lagi pencetakan kartu JKN seperti kepemilikannya dulu.
“Saya mau ganti kartu, tapi katanya sekarang sudah tidak cetak lagi. Petugas bilang cukup kasih tunjuk KTP untuk identitas peserta. Jadi kalau saya mau berobat cukup kasih tunjuk KTP saja. Sekarang saya tidak kuatir lagi karena cukup pakai KTP,” ujar Apri.
Belakangan ini Apri jarang memanfaatkan Program JKN karena kondisi kesehatan nornal. Dia berharap tidak mengalami masalah kesehatan. Kalau pun dia sakit, dia bersyukur karena pemerintah telah mendaftarkannya menjadi peserta JKN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Puji Tuhan saya tetap sehat, paling batuk pilek dan tidak sampai bawa ke dokter. Saya pun berharap selalu sehat, biar yang pakai orang yang membutuhkan saja.
Saya bahkan sering dengar dari beberapa teman yang mengaku terbantu dengan adanya Program JKN,” ujar dia.
Dia lalu teringat pengalaman temannya ketika istrinya hendak mlahirkan. Temannya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun, karena menggunakan Program JKN.
“Dari melahirkan sampai kontrol biayanya ditanggung Program JKN. Ada juga yang sakit dirawat di RSUD TC Hillers selama beberapa hari tapi tidak keluar biaya. Ada teman yang kena mata kail saat pancing ikan di laut, dia berobat juga tidak bayar, semua ditanggung Program JKN. Kami benar-benar bersyukur jadi peserta JKN,” ujar dia gembira.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












