


Maumere-SuaraSikka.com: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IFTK Ledalero dan GMNI Sikka menggelak aksi di Kantor Bupati Sikka, Senin (3/11). Salah satu tuntutan massa aksi yakni mendesak pemerintah daerah setempat menghadirkan dokter anestesi.
Seruan massa aksi untuk menghadirkan dokter anestesi, tertulis jelas dalam sebuah baliho yang ikut dalam pergerakan aksi. Baliho tersebut dibawa saat longmarch dari depan GMIT Kalvari hingga Kantor Bupati Sikka di Jalan Eltari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua GMNI Sikka Iko Goban menegaskan RSUD TC Hillere Maumere sebagai rumah sakit Tipe C dan merupakan rumah sakit rujukan, sejatinya tidak hanya memiliki 1 dokter anestesi. Dia meminta Bupati Sikka untuk segera menghadirkan dokter anestesi.
“Segera hadirkan dokter anestesi. Tidak cukup 1, harus lebih dari 1. Ini atensi khusus, tidak boleh lagi ada yang mati karena tidak ada dokter anestesi,” tegas Iko Goban.
Penggunaan kata “hadirkan” dan “menghadirkan”, sepertinya membuat kecewa Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago. Dia mengingatkan agar semua pikiran dan pendapat harus berdasarkan kajian advokasi yang mendalam.
“Saya sedih, dalam flyer, sepertinya ketiadaan dokter anestesi. Dokter ada, yang bilang tidak ada, itu hoax. Justeru mahasiswa harus sampaikan jujur. Ini malah bilang hadirkan. Nanti bikin gaduh,” ungkap kesal mantan Ketua PP PMKRI yang mengaku selalu menggunakan kajian terukur pada setiap kali aksi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












