Greni mendapatkan kepesertaan tanggungan dari sang ibu yang merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dia telah terlindungi Program JKN sejak lama dan sudah sering memanfaatkanya.
Greni mengatakan Ibu-nya juga selalu mengakses layanan kesehatan dengan Program JKN. Ibu Greni memiliki riwayat sakit asma dan lambung. Sehingga saat sakit dan butuh penanganan medis selalu menggunakan Program JKN. Hal itu membuat Greni dan keluarga merasa tenang jika sakit karena tidak keluar biaya pengobatan karena sudah ditanggung Program JKN.
“Mama saya sering sakit, pernah dirawat di RS Santo Gabriel Kewapante, sampai sembuh. Tidak ada batas rawat inap 3 hari seperti isu yang beredar. Mama dirawat lama sampai sembuh baru diperbolehkan pulang. Pelayanan dokter dan perawat di sana sangat bagus. Fasilitas di rumah sakit juga bagus. Pasien merasa nyaman sehingga fokus pada proses penyembuhan. Saya sendiri menemani mama waktu itu. Pelayanan bagus dan kami tidak keluar biaya berobat,” ujar Greni.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Greni kepesertaan JKN sangat penting. Selain perlindungan diri, juga masyarakat patuh pada peraturan pemerintah. Termasuk kedatangannya ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Maumere untuk mengurus kepesertaannya menjadi peserta mandiri.
“Sebelumnya saya tanggungan Mama, tapi sekarang tidak bisa ditanggung lagi karena sekarang usia sudah di atas 21 tahun. Saya mau urus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Kantor Polisi dan salah satu syaratnya adalah menjadi peserta JKN,” ungkap Greni.
Selain kemudahan identitas peserta JKN yaitu KTP, Greni juga mendapatkan informasi terkait Aplikasi Mobile JKN. Dia mengaku tertarik dan akan mencoba memasang di gawai pintarnya. Greni merasa hal ini sejalan dengan Generasi Z atau generasi zaman sekarang yang menginginkan kemudahan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe











