Saat ini kedua putri Ino berusia 3 bulan. Bayi kembar ini juga sudah didaftarkan menjadi peserta JKN. Ino merasa dibantu secara administrasi karena pihak rumah sakit langsung mengurus administrasi kepesertaan kedua putrinya.
“Waktu itu setelah lahir anak saya didaftarkan menjadi peserta JKN oleh pihak rumah sakit. Anak saya didaftarkan sementara dengan data Bayi Nyonya. Saya hanya diminta Kartu Keluarga untuk proses pendaftaran kedua anak saya. Saya merasa tenang karena anak-anak saya sudah terlindungi Program JKN. Jadi kalau butuh akses layanan ke fasilitas kesehatan gampang sekali,” ujar dia.
Ino menjadi peserta JKN sehak tahun 2016, dan terdaftar di Puskesmas Wolomarang. Dia mengaku kalau sakit dan berobat di Puskesas, selalu menggunakan Program JKN.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia mengaku selama ini merasa terbantu dengan adanya Program JKN. Sebagai pekerja serabutan, Ino merasa tenang jika harus ke fasilitas kesehatan. Apalagi penghasilannya yang tidak menentu, membuatnya harus pintar mengatur keuangan rumah tangga.
“Saya bekerja serabutan, penghasilan tidak menentu. Saya bersyukur sekali sudah jadi peserta JKN, jadi kalau sakit atau seperti kemarin waktu istri melahirkan, saya tidak perlu keluarkan biaya,” ujar Ino.
Ino mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Maumere di Jalan Wairklau untuk mengubah data diri anaknya yang waktu itu didaftarkan dengan nama Bayi Nyonya. Dia ingin kepesertaan anaknya selalu aktif dan bisa mengakses layanan kesehatan dengan mudah tanpa kendala.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe











