“Kami merasa Bupati gagal menjadi Bupati untuk orang Sikka. Kalau dia sebagai Bupati mestinya dia punya hati mendengar jeritan masyarakat Sikka. Tapi ini kami merasa dia seorang Bupati yang arogan, Bupati yang sok berkuasa, tanpa peduli dengan jeritan-jeritan penderitaan rakyat, paling kurang bahwa dia mendengarkan rakyat, kami datang saja dia tidak pernah ucapkan selamat datang, langsung Pater kau mau apa? Apakah ini model pemimpin?” ungkap Pater Vande Raring kesal.
Sikap Bupati Sikka seperti itu, menurut Pater Vande Raring merupakan sikap kewenangan kekuasaan. Dan bagi dia, sikap seperti itu perlu dilawan.
“Dan saya pastikan saya bersama rakyat ini untuk terus melawan, saya akan terus melawan. Saya sudah pastikan, saya yang tidak penting ini, saya yang tidak penting di mata Bupati, akan bersama rakyat melawan semua kebijakannya,” tegas dia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pater Vande Raring juga menyampaikan langkah perlawanan yang akan dia lakukan. Setelah Pasar Wuring ditutup, dia memastikan akan mendorong para pedagang untuk berjualan di jalan-jalan atau di rumah.
“Saya ajak mereka untuk buka pasar di jalan-jalan, di rumah mereka, besok sore pasar tutup sesuai kebijakan Bupati, tetapi kami akan menjual ikan-ikan di jalan,” ujar Pater Vande Raring.
Pater Vande Raring tanpa ragu-ragu menyebut dirinya memasang badan dalam persoalan ini. Dia mengelak disebut pasang badan untuk Direktur CV Bengkunis Jaya semata. Bagi dia, apa yang dilakukannya adalah untuk kepentingan masyarakat pedagang.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe











