Karena menganggap kepesertaan Program JKN penting sekali bagi anak-anaknya, Hamja dan istri terpaksa pagi-pagi sekali sekitar pukul 10.00 Wita menggunakan kapal motor dari Pemana. Setelah 2 jam penyeberangan, begitu tiba di Pelabuhan Laurens Say, pasutri ini langsung ke Kantor BPJS Kesehatan. Pasalnya, mereka harus kembali lagi ke Pemana pada pukul 14.00 Wita.
Saat tiba di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Maumere, Hamja mendapat pelayanan yang sangat baik sekali. Dia dan istri disambut Satpam, menyapa dengan ramah dan menanyakan keperluannya. Hamja pun memperoleh nomor antrian dan dilayani oleh petugas frontliner. Setelah urusan administrasi selesai dia mendapatkan penjelasan tambahan tentang Aplikasi Mobile JKN.
“Kami dilayani baik sekali, petugasnya ramah dan cepat merespon kebutuhan kami. Kami juga tadi dapat informasi tentang Aplikasi Mobile JKN. Meskipun kami sudah tua dan agak sulit untuk menyesuaikan dengan teknologi, tapi nanti kami akan coba pasang dan sampaikan ke anak-anak agar pasang di handphone-nya,” ujar Hamja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hamja mengaku telah mendapat informasi lewat Whatsapp terkait kepesertaan anaknya. Sehingga dia pun berinisiatif segera mendaftarkan anaknya yang nomor satu secara mandiri. Sedangkan anak kedua masih kuliah dan bisa diaktifkan dengan keterangan masih kuliah dan masih tanggungan orangtua.
“Kami aktifkan kepesertaan anak dengan mendaftarkannya secara mandiri, lalu memasukkan tanggungan anak yang belum menjadi peserta JKN menjadi tanggungan kami menggantikan kakaknya yang sudah tidak ditanggung,” ujar dia.
Pada kesempatan yang sama dia juga menceritakan pengalaman teman anaknya yang berobat dan butuh tindakan operasi dan keluar biaya jutaan rupiah. Dia juga menceritakan pengalaman keluarganya yang melahirkan secara caesar. Biaya untuk operasi caesar yang dikeluarkan sangat besar.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












