Dari podium Pimpinan DPRD, Gorgonius Nago Bapa yang juga Ketua Partai Golkar Sikka, merespons “perilaku” Bupati Sikka yang sering keluar daerah. Dengan gaya yang halus dia meminta Bupati Sikka agar tidak terus menerus keluar daerah, dan justeru sebaliknya harus lebih banyak berada di dalam daerah.
Sambil memberikan pesan politis tentang efisiensi dan skala prioritas, optimalisasi PAD, dan pengawasan ketat, dia mengatakan seorang Bupati dituntut harus bisa mencari sumber-sumber pendapatan baru di dalam daerah, memaksimalkan potensi-potensi pendapatan dalam daerah yang sudah ada, dan melakukan koordinasi serta pengawasan yang ketat dalam proses pemungutan sumber-sumber pendapatan.
Bagi Gorgonius Bago Bapa yang juga Ketua Koalisi Maumere Baru yang memenangkan Juventus Prima Yoris Kago dan Simon Subandi Supriadi pada Pilkada 2024 lalu, efisiensi anggaran tahun 2026 akibat kebijakan pemerintah pusat tidak hanya bagi daerah-daerah, propinsi dan kabupaten/kota, namun juga terhadap Kementerian dan Lembaga. Akibatnya peluang pemerintah daerah untuk mendapatkan tambahan anggaran dari pusat melalui Kementerian dan Lembaga menjadi sangat sulit bahkan dapat dikatakan tidak mungkin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sehingga Bupati dituntut harus lebih banyak berada di dalam daerah dan bukan terus menerus keluar daerah. Hal ini penting karena kehadiran Bupati dan aktivitasnya di dalam daerah mengindikasikan pentingnya kepala daerah untuk lebih memahami kondisi riil di wilayahnya, berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal, serta memastikan program-program pembangunan di Kabupaten Sikka berjalan efektif,” sentil Gorgonius Nago Bapa.
Bupati dan Wakil Bupati Sikka yang hadir pada Sidang Paripurna, tampak serius mendengarkan kritikan, sentilan, dan “tamparan” dari Pimpinan DPRD dan Fraksi-Fraksi. Belum diketahui sejauh mana respon mereka terhadap narasi politis yang dilancarkan para wakil rakyat.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












