


Maumere-SuaraSikka.com: Penetapan APBD Sikka 2026, Senin (29/12) lalu, diwarnai momen narasi pengawasan dari Pimpinan DPRD dan Fraksi-Fraksi. Tak pelak, tiga “tamparan” telak mendarat di wajah Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan Wakil Bupati Sikka Simon Subandu Supriadi.
Tiga “tamparan” tersebut datang dari Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PKB, dan Wakil Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa. Substansinya menyoroti janji-janji politik, kinerja kerja, hingga “jalan-jalan” keluar daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Narasi Omong Kosong
Fraksi Partai Gerindra melalui Fabianus Toa mengungkap beberapa masalah seperti persoalan pemenuhan kebutuhan dokter di rumah sakit dan Puskesmas, lanjutan pembangunan rumah sakit pratama, peningkatan jalan di Pruda, Werang, Tanarawa, Tanawawo, Magepanda, Darat Pantai, Darat Gunung, hingga jalan Watublapi-Bola, persoalan bantuan pendidikan dan beasiswa, pembangunan jaringan air minum bersih dan listrik bagi masyarakat miskin.
Sementara pada sisi lain, masyarakat terus dan terus menanti dan menagih janji-janji kampanye Bupati Sikka dan Wakil Bupati Sikka. Sentilan Fraksi Partai Gerindra soal kampanye dan janji-janji politik, kemudian dinarasikan dengan sangat keras dan tajam, mendamprat tagline Jaringan Oke Sikka Sejahtera (JOSS).
“Kami menanti penuh harap jaringan yang Saudara gaungkan pada masa kampanye itu. Narasi persuasif yang telah membius ribuan warga Kabupaten Sikka untuk menjatuhkan pilihannya kepada Saudara Bupati dan Wakil Bupati. Sangat kami sayangkan jika narasi tersebut hanya omong kosong sekedar meraih simpati masyarakat untuk dipilih,” demikian Fraksi Partai Gerindra.
Tidak cukup di situ. Fraksi Partai Gerindra terus mencecar dengan sindiran kepada Bupati dan Wabup Sikka.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe











