


Maumere-SuaraSikka.com: Cuaca ekstrim yang menerpa Kabupaten Sikka belakangan ini, mengakibatkan 69 peristiwa bencana alam pada 13 kecamatan yang tersebar pada 24 desa dan 2 kelurahan. Korban di antaranya adalah 3 sekolah yang diterpa angin kencang.
Data yang dihimpun media ini 3 sekolah terdampak adalah SMP Gaikiu di Kecamatan Tanawawo, SDI Klotong di Kecamatan Bola, dan sebuah sekolah di Kecamatan Nita. Hingga kini nasib bangunan 3 sekolah itu belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksana Tugas Kalak BPBD Sikka Petrus Poling Wairmahing menjelaskan pihaknya akan segera turun ke lokasi 3 sekolah untuk memastikan gedung dan bangunan yang roboh diterpa angin kencang.
Dia menyebut bangunan ruang kelas di SDI Klotong hancur, sehingga kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di rumah-rumah penduduk. BPBD Sikka, kata dia, berencana membangun tenda darurat sehingga KBM bisa dilaksanakan secara terpusat meskipun dalam kondisi darurat.
“Tapi kami harus turun survei dulu, kalau tidak hari ini, mungkin besok, biar kami bisa pastikan memungkinkan tidak memasang tenda darurat,” jelas dia di Kantor Bupati Sikka, Selasa (3/2).
Ironinya, 3 sekolah yang diterpa angin kencang, yang kenudian berdampak pada KBM di rumah-rumah penduduk, justeru tidak diketahui Pelaksana Tugas Kepala Dinas PKO Sikka Patrisius Pederiko. Dia malah baru tahu setelah dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (3/2).
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












