Melalui rangkaian wawancara dan diskusi, mahasiswa juga menyampaikan pandangan tentang pentingnya kesadaran setiap lembaga pemerintah untuk menanamkan nilai-nilai anti korupsi secara konsisten, sebagai langkah preventif dalam mengurangi dampak praktik korupsi di daerah.
Projek ini diharapkan tidak hanya menjadi tugas akademik semata, tetapi juga menjadi gerakan edukatif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Mahasiswa diposisikan sebagai agen perubahan yang turut mengambil bagian dalam membangun budaya integritas, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
Manfaat dari kegiatan ini diharapkan mampu membantu pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka untuk semakin memahami pentingnya pencegahan korupsi sejak dini, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ke depan, besar harapan agar penerapan nilai-nilai anti korupsi ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga mampu membentuk karakter generasi muda yang berintegritas serta mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih, transparan, dan dipercaya publik.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












