



Maumere-SuaraSikka.com: Bangunan darurat SMP Negeri 049 Renggarasi di Kecamatan Tanawawo Kabupaten Sikka belum layak digunakan untuk aktivitas pendidikan. Akibatnya 20 siswa sekolah itu terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD Paipenga.
Jarak antara SMP Negeri 049 Renggarasi dan SD Paipenga kurang lebih 7 kilometer. Para pelajar Kelas 7 terpaksa berjalan kaki demi tuntutan masa depan yang lebih baik. Cuaca ekstrim yang belum saja berhenti, tidak menyurutkan semangat mereka untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
SMP Negeri 049 Renggarasi baru 1 tahun beroperasi sejak diresmikan pada Juni 2025 lalu. Sekolah ini hanya punya 1 bangunan darurat yang mestinya difungsikan sebagai ruang Kelas 7. Namun karena kuatir cuaca ekstrim, para siswa dialihkan mengikuti KBM di SD Peipenga.

Kepala SMP Negeri 049 Renggarasi Frederikus Bosco Beke mengatakan KBM di SD Paipenga dilaksanakan sejak tahun ajaran baru 2025/2026 hingga sekarang. Pilihan tersebut terpaksa dilakukan agar para siswa mendapatkan kenyamanan dalam KBM.
“Ada ruang kelas darurat untuk siswa, tapi karena kuatir hujan angin maka saya buat permohonan pinjam pakai 1 ruang kelas SD Paipenga untuk siswa. Ruangan kelas darurat kami gunakan untuk kantor dan kegiatan-kegiatan sekolah lainnya,” jelas dia.
Angin kencang belum lama ini menerpa SMP Negeri 049 Renggarasi, hingga atap bangunan darurat yang sementara ini dijadikan kantor pun melayang. Kursi dan meja pun mengalami kerusakan. Praktis kegiatan administrasi dan perkantoran di sekolah itu dilaksanakan dalam ruangan tanpa atap.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












