“Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi yang terjadi berpotensi belum sepenuhnya dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya pada sektor-sektor ekonomi tradisional.
Tidak hanya Fraksi PDI Perjuangan, hampir semua fraksi di DPRD Sikka mengkritisi serius angka statistik pertumbuhan ekonomi yang kontradiktif dengan realitas yang terjadi di tengah masyarakat. Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago pun mengakui hal itu.
“Hampir semua fraksi menyoroti peningkatan pertumbuhan ekonomi namun tidak dibarengi dengan pengurangan ketimpangan pendapatan atau rasio gini,” aku Bupati Sikka melalui agenda Keterangan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi, Jumat (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sikka mengatakan pemerintah menyadari bahwa kondisi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sikka belum menunjukkan pertumbuhan yang berkualitas, atau dengan kata lain, kata dia, pertumbuhan ekonomi yang belum inklusif.
Menurut Bupati Sikka, hal ini disebabkan dari demand side masih didominasi investasi yang padat modal ketimbang investasi yang padat karya yang bersumber dari pengeluaran pemerintah. Selain itu juga disebabkan meningkatnya angka pengangguran terbuka dan meningkatnya proporsi pekerja yang bekerja di sektor informal.
Fraksi PDI Perjuangan menegaskan bahwa kebijakan pemerintah harus benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat, khususnya petani, nelayan, buruh, pelaku UMKM, perempuan, generasi muda, dan masyarakat kecil.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












