Gaji PPPK Paruh Waktu di Sikka, Ketua DPRD Desak Segera Bikin Telaahan, Bupati Mengaku Belum Dapat Angka Pasti

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 235 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maumere-SuaraSikka.com: Gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK Paruh Waktu) di Kabupaten Sikka masih menjadi masalah krusial. Reward sebesar Rp600.000 per bulan dipandang sebagai sebuah diskriminasi dan ketidakberdayaan pemerintah daerah setempat.

Persoalan ini terus berlarut-larut sejak ratusan tenaga kesehatan PPPK Paruh Waktu menyampaikan keluhan kepada DPRD Sikka, Senin (20/4) lalu. Rapat Dengar Pendapat.(RDP) itu sendiri tidak menghasilkan keputusan. DPRD Sikka dan pemerintah daerah setempat bersepakat membicarakan tuntas gaji PPPK Paruh Waktu pada pembahasan Perubahan APBD Tahun 2026.

Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi

Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi dalam konteks peringatan Hari Buruh Sedunia, Jumat (1/5),  menyinggung kembali nasib PPPK Paruh Waktu, termasuk juga guru-guru honor di Kabupaten Sikka.

“Hal yang paling dekat dengan pemerintah adalah nasib para tenaga PPPK Paruh Waktu yang rencananya hanya dibayar dengan Rp600 ribu per bulan. Hemat saya, hari ini pemerintah harus memastikan sudah memiliki telaahan terhadap gaji PPPK Paruh Waktu yang layak. Demikian juga nasib guru-guru honor yang masih dibayar dengan gaji sangat rendah,” singgung politisi PDI Perjuangan itu.

Baca Juga :  Seruan Camat Tanawawo di Sikka: Budayakan Membaca 30 Menit Setiap Hari

Dia meminta pemerintah daerah jangan hanya menekan para pengusaha swasta, tetapi justeru yang dilihat itu adalah contoh kebijakan daerah yang memperlakukan para pegawai di daerah dengan layak.

“Jika pegawai sendiri tidak bisa diatur, bagaimana mau mengatur pekerja pada sektor swasta. Sangat ironis,” ketus dia.

Berita Terkait

Bupati Sikka Launching E-Retribusi Parkir, Dorong Transparansi PAD
Dukung KBM di SMP Negeri 048 Sa Ate Gaikiu Tanawawo, Polres Sikka Distribusi Meubeler
70 Pendaftar Pertama di SMPK Santo Yohanes Nele Bebas Uang Sekolah 2 Bulan, Ada Juga Beasiswa dan Banyak Kemudahan Lain
Tim Polda NTT Kena Prank, Gula Halus Dikira Sabu, 2 Terduga Pelaku Dibebaskan
Operasi Narkotika di Maumere, Tim Polda NTT Diduga Salah Tangkap, Gula Halus Dikira Sabu
Sedia Payung Sebelum Hujan, Sedia JKN Sebelum Sakit
Aklamasi buat Us Bapa,  Pimpin Lagi Golkar Sikka
Seruan Camat Tanawawo di Sikka: Budayakan Membaca 30 Menit Setiap Hari
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:52 WITA

Bupati Sikka Launching E-Retribusi Parkir, Dorong Transparansi PAD

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:48 WITA

Dukung KBM di SMP Negeri 048 Sa Ate Gaikiu Tanawawo, Polres Sikka Distribusi Meubeler

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:39 WITA

70 Pendaftar Pertama di SMPK Santo Yohanes Nele Bebas Uang Sekolah 2 Bulan, Ada Juga Beasiswa dan Banyak Kemudahan Lain

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:32 WITA

Operasi Narkotika di Maumere, Tim Polda NTT Diduga Salah Tangkap, Gula Halus Dikira Sabu

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:13 WITA

Sedia Payung Sebelum Hujan, Sedia JKN Sebelum Sakit

Senin, 4 Mei 2026 - 18:23 WITA

Aklamasi buat Us Bapa,  Pimpin Lagi Golkar Sikka

Senin, 4 Mei 2026 - 09:10 WITA

Seruan Camat Tanawawo di Sikka: Budayakan Membaca 30 Menit Setiap Hari

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:14 WITA

Gaji PPPK Paruh Waktu di Sikka, Ketua DPRD Desak Segera Bikin Telaahan, Bupati Mengaku Belum Dapat Angka Pasti

Berita Terbaru

Fransisco Soarez Pati

Opini

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Senin, 11 Mei 2026 - 20:15 WITA

Defri Ngo

Opini

Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende

Senin, 11 Mei 2026 - 19:28 WITA