“Potensi yang ada pada siswa tidak boleh surut,” pesan dia.
Mikael Maran meminta para Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan dan Guru BP BK serta Guru Wali harus mulai mendata potensi siswa sejak penerimaan murid di awal tahun ajaran baru. Langkah selanjutnya adalah mengelompokkan siswa dalam kelompok minat dan bakat sesuai passion siswa. Dengan demikian, kata dia, Guru Pembimbing sudah memfasilitasi siswa sejak dini.
“Jangan biarkan para siswa dengan bakat dan kemampuan khusus itu tubuh tanpa pendampingan dan bimbingan guru, karena standar kompetensi kulusan siswa dari sekolah menengah adalah kemampuan penguasaan keterampilan dan kemampuan performans dalam bidang-bidang tersebut di samping bidang pengetahuan dan teknologi,” ujar Mikael Maran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mikael Maran menaruh harapan besar agar para siswa yang terlibat dalam FLS3N dan O2SN terus menempah karakter yang dimiliki untuk bisa menghargai sesama, menjunjung sportivitas, kerja keras, jujur, setia kawan, pantang mundur dan berjuang tidak kenal lelah yang ditunjang tubuh dan jiwa yang sehat, sehingga terus berkreativitas selama masa muda mereka.
Mikael Maran juga berpesan kepada para Kepala Sekolah agar melakukan evaluasi terhadap program pengembangan diri dan ekstrakurikuler wajib maupun pilihan secara optimal melalui wadah MKKS SMK demi lulusan yabg bisa, hebat, luar biasa, dan beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja dan kehidupan sosial masyarakat.
Seusai seremoni pembukaan, dilanjutkan dengan lomba solo vokal, seni tari, dan monolog. Tiga bidang lomba ini hanya diikuti SMKN 3 Maumere dan SMK Yohanes XXIII. Tiga bidang lomba FLS3N diborong semuanya oleh SMKN 3 Maumere. Sementara SMKS Yohanes XXIII selaku tuan rumah harus puas di posisi kedua.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












