Mungkin karena itulah berbagai perdebatan mengenai Sambut Baru hari ini terasa seperti sebuah kesadaran yang datang terlambat.
Padahal yang dibutuhkan masyarakat bukanlah sekadar hitung-hitungan biaya, melainkan kesadaran sejak awal bahwa iman tidak diukur dari besarnya tenda, mahalnya dekorasi, atau banyaknya tamu yang hadir. Iman diukur dari makna yang dihayati.
Sambut Baru akan tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Flores. Yang perlu dijaga bukan sekadar tradisinya, tetapi juga keseimbangan antara sakramen dan budaya, antara syukur dan kesederhanaan, antara perayaan dan kemampuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebab pada akhirnya, Sambut Baru bukan hanya tentang pesta. Ia adalah perjumpaan antara iman, keluarga, dan budaya yang telah hidup lama dalam perjalanan masyarakat Flores. Dan seperti semua warisan budaya yang hidup, ia membutuhkan kebijaksanaan untuk merawatnya, bukan sekadar angka untuk menghitungnya.***
Ditulis oleh Fransisco Soarez Pati, diaspora Sikka-NTT, tinggal di Jakarta


Ikuti Kami
Subscribe












