Banggar dan Pemerintah Setuju PAD Rp 100 Miliar

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 5 September 2018 - 11:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 22 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Suasana rapat paripurna di DPRD Sikka;

Foto: Suasana rapat paripurna di DPRD Sikka;

Maumere-SuaraSikka.com: Badan Anggaran DPRD bersama Tim Asistensi Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka, Selasa (4/9), membahas kebijakan umum tahun anggaran (KUA) 2019. Forum rapat menyetujui target pendapatan asli daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp 100 miliar.
            Target PAD ini bisa dinaikkan lagi, melebihi Rp 100 miliar. Ruang itu terbuka ketika pembahasan prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) bersama organisasi perangkat daerah. Banggar berencana membedah secara detail potensi pendapatan pada satuan kerja perangkat daerah, terutama yang mengelola pendapatan.
            Rapat Banggar dipimpin Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa, didampingi Wakil Ketua Sufriyance Merison Botu dan Donatus David. Dari pemerintah hadir Kepala Bappeda Alvin Parera, Asisten Pembangunan Delly Pasande, Kepala Dinas Keuangan Eduardus Desa Pante, dan Kepala Badan Pendapatan Servasius Sewar.
Dalam rapat badan anggaran terjadi tarik ulur pendapat dan diplomasi selama hampir kurang 4 jam. Anggota Banggar menginginkan agar target PAD direncanakan lebih tinggi dari target tahun lalu. Banggar menilai pemerintah terkesan tidak ingin daerah ini maju karena merencanakan target PAD yang jauh di bawah target tahun lalu.
Sementara itu TAPD Kabupaten Sikka bertahan dengan target yang sudah direncanakan, sambil terus berupaya untuk melakukan peningkatan PAD. Pemerintah akan melakukan langkah-langkah serius, yakni meningkatkan manajemen tata kelola pemungutan dan penerimaan PAD, meningkatkan kualitas sarana layanan publik sehingga masyarakat merespon secara positip atas pungutan yang ditetapkan, dan meningkatkan kapasitas dan integritas aparat pemungut PAD.
Selain itu pemerintah akan berupaya meningkatkan peran dan fungsi perangkat daerah pengelola PAD, meningkatkan pengawasan dan penegakan peraturan daerah terhadap pelaksanaan pungutan setiap jenis PAD, perluasan wajib pajak, penyempurnaan tarif, perluasan objek pajak, dan meningkatkan pengawasan dan penegakan peraturan daerah.
Setelah melalui silang pendapat, Banggar mengusulkan angka RP 100 miliar sebagai target perencanaan PAD. Pemerintah masih tidak bergeming, dan hanya menaikkan menjadi Rp 95 miliar. Namun setelah melalui pemahaman bersama, akhirnya forum rapat menyetujui angka Rp 100 miliar.
            Sebelumnya Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus melalui Nota Pengantar KUA-PPAS TA 2019 menyampaikan target PAD direncanakan Rp 90.926.561.268, atau turun sebesar 12,85 persen dari tahun 2018. Flori Mekeng beralasan penurunan target PAD terjadi karena adanya penyesuaian target tahun 2019 berdasarkan potensi riil yang bisa dicapai dan realisasi penerimaan PAD pada tahun-tahun sebelumnya, sesuai hasil pendataan potensi dan sumber-sumber PAD.
            Ada beberapa pos pada PAD yang mengalami penurunan. Pajak Daerah mengalami penurunan total sebesar 22,13 persen dari semua jenis pajak daerah, dengan penurunan terbesar pada pajak bumi dan bangunan. Lalu retribusi daerah mengalami penurunan total sebesar 20,28 persen dari semua jenis retribusi daerah, dengan penurunan terbesar pada retribusi pelayanan pasar dan retribusi pemakaian kekayaan daerah.
Selain itu pos Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan mengalami penurunan sebesar 5,31 persen, dengan penurunan terbesar dari penerimaan laba atas penyertaan modal pada PT Bank NTT. Dan pos Lain-Lain PAD Yang Sah mengalami penurunan sebesar 8 persen, dengan penurunan terbesar pada penerimaan bunga deposito dan penerimaan pengembalian kerugian daerah.*** (eny)
BERITA TERKAIT:
Baca Juga :  Diaspora Flobamora di Papua Galang Dana untuk Korban Gempa Bumi

Berita Terkait

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi
Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat
Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo
Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura
Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar
PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT
Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:20 WITA

Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Diaspora Flobamora di Papua Galang Dana untuk Korban Gempa Bumi

Berita Terbaru

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA