Target PAD Turun Drastis, DPRD Sikka Kecam Pemerintah  

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 3 September 2018 - 11:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 37 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus

Foto: Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus

Maumere-SuaraSikka.com: Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus baru-baru ini menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) TA 2019. Diketahui target pendapatan asli (PAD) daerah menurun drastis. Tak pelak, DPRD Sikka pun mengecam kebijakan pemerintah.
Pemerintah merencanakan target PAD sebesar Rp 90.926.561.268, atau turun sebesar 12,85 persen dari tahun 2018. Flori Mekeng beralasan penurunan target PAD terjadi karena adanya penyesuaian target tahun 2019 berdasarkan potensi riil yang bisa dicapai dan realisasi penerimaan PAD pada tahun-tahun sebelumnya, sesuai hasil pendataan potensi dan sumber-sumber PAD.
Ada beberapa pos pada PAD yang mengalami penurunan. Pajak Daerah mengalami penurunan total sebesar 22,13 persen dari semua jenis pajak daerah, dengan penurunan terbesar pada pajak bumi dan bangunan. Lalu retribusi daerah mengalami penurunan total sebesar 20,28 persen dari semua jenis retribusi daerah, dengan penurunan terbesar pada retribusi pelayanan pasar dan retribusi pemakaian kekayaan daerah.
Selain itu pos Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan mengalami penurunan sebesar 5,31 persen, dengan penurunan terbesar dari penerimaan laba atas penyertaan modal pada PT Bank NTT. Dan pos Lain-Lain PAD Yang Sah mengalami penurunan sebesar 8 persen, dengan penurunan terbesar pada penerimaan bunga deposito dan penerimaan pengembalian kerugian daerah.
Fraksi-fraksi di DPRD Sikka pun bereaksi protes dan mengecam kebijakan pemerintah. Fraksi Partai Hanura mendorong pemerintah untuk lebih berani dan optimis menaikkan target PAD sampai di atas Rp 100 miliar. Alasannya karena masih banyak potensi PAD yang belum tersentuh, sementara potensi PAD yang sudah ada saat ini pengelolaannya belum mencapai target yang maksimal.
Fraksi Partai Demokrat berpendapat PAD Sikka seharusnya bisa digenjot mendekati potensi riil, Demokrat meminta agar pada tahun anggaran 2019 ini pemerintah lebih fokus menggali potensi PAD yang baru dan tidak membebani masyarakat, serta menyehatkan sebagian sumber PAD agar lebih maksimal.
Fraksi PKP Indonesia menilai target yang ditetapkan masih sangat rendah dan tidak relevan atau konsisten dengan harapan dan upaya-upaya yang akan dilakukan. PKP Indonesia mendorong agar pemerintah menaikkan target PAD. Sementara itu Fraksi Partai Golkar mengusulkan agar jika memungkinkan pada tahun anggaran 2019 ini ada pos anggaran untuk studi khusus yang menggandeng pihak ketiga profesional untuk optimalisasi PAD.
Fraksi PAN sangat menyayangkan karena target PAD yang direncanakan oleh pemerintah lebih kecil dari target tahun 2018. Fraksi ini menilai kinerja pemerintah terutama soal PAD terkesan berjalan di tempat. Fraksi Partai Nasdem menilai tingkat kreativitas pemerintah dalam hal ini organisasi perangkat daerah yang mengelola PAD masih jauh dari harapan.
Fraksi Partai Gerindra menilai penurunan target PAD sangat kontradiktif jika dibandingkan dengan temuan di lapangan. Salah satunya seperti keluhan masyarakat tentang meningkatnya nilai pajak bumi dan bangunan. Fraksi PDI Perjuangan berpendapat penurunan target PAD adalah sebuah kemunduran karena yang fraksi dalami bersama pemerintah bahwa potensi PAD seharusnya sudah mencapai Rp 147 miliar.*** (eny)
Baca Juga :  Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Berita Terkait

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi
Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027
Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik
Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka
3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat
Berhasil Tarik Tunggakan Rp 1,8 Miliar, BRI Maumere Kembali Perpanjang MoU dengan Kejaksaan Negeri Sikka
Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere Bakal Seru, 43 SMP Siap Berkompetisi

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Berita Terbaru

Daerah

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:35 WITA