Mengenang Anand Krishna, Seorang Pelintas Batas

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 452 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anand Krishna, pendiri Yayasan Anand Ashram

Anand Krishna, pendiri Yayasan Anand Ashram

TANGGAL 6 Pebruari 2025, Anand Krishna berpulang, mengakhiri persinggahannya di Mayapada, Bumi. Dalam term mistisisme Timur, ia telah memasuki Mahasamadhi atau Alam Keseimbangan Sejati.

Obituari ini saya tulis untuk mengenang 365 Mahasamadhi beliau, sekaligus sebuah cara merayakan kehadirannya sebagai seorang pelintas batas. Saya bersyukur lahir sezaman dengan Anand Krishna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ya, pelintas batas. Siapa pun pembaca buku, atau pernah berjumpa dan berinteraksi dengannya tentu setuju: Anand Krishna menjembatani dan mempertemukan bukan hanya manusia dengan manusia, tapi juga manusia dengan alam semesta dan seluruh makhluk.

Seorang penyiar radio di Santa Barbara, California, menabalkan dia aktivis dan humanis spiritual dalam acara bedah bukunya – Voice of Indonesia (2007). Dan, Svargi Ida Pedanda Putra Telabah memberi gelar Maharishi kepada pendiri Anand Ashram itu.

Anand Ashram, padepokan non-denominasional. Adanya di Sunter, Ciawi, Jogja, Ubud dan Singaraja. Di situ, orang dari berbagai latar bangsa, suku, ras, profesi, agama dan kepercayaan berlatih untuk memberdayakan diri dengan meniti Jalan ke Dalam Diri, dengan Meditasi dan Yoga.

la laksana chef, juru masak yang sangat ahli. la menggali dan mempelajari resep-resep masakan kuno. Ia lalu meracik, mempraktikkan dan mengalami rasa masakan itu untuk kemudian disajikan seturut cara dan selera lidah orang moderen. Berdasarkan pengalaman pribadinya yang sembuh dari leukimia, ia meramu berbagai latihan yang cocok dengan iklim tropis, serta watak dan tingkat kesadaran manusia Indonesia dan bangsa-bangsa sekitarnya.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:38 WITA

3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat

Berita Terbaru