Di Anand Ashram Anda akan menemukan simbol dan ikon semua agama dan kepercayaan. Dan, sebagai wahana pemberdayaan diri, tersedia 300-an teknik latihan Meditasi dan Yoga. Selain dari khazanah spiritual Nusantara, teknik-teknik tersebut bersumber dari mistisisme Kristen, Sufi, Hindu, Buddha dan lain-lain.
Anda akan terlebih melakukan teknik cleansing. Membersihkan sampah mental emosional. Memuntahkan beban stres dan segala macam penyakit yang disebabkan oleh pikiran yang kacau dan liar. Sehat dulu, baru setelah itu Anda memasuki alam Meditasi dan Yoga. Anda akan merayakan hidup sehat holistik.
Anand Krishna lahir di Solo, pada tanggal 1 September 1956. Orangtuanya berasal dari Sindh, bermigrasi ke dan memilih Indonesia setelah negerinya pecah menjadi “Hindu India” dan “Islam Pakistan”. Tolaram Gangtani, sang ayah tidak memilih Inggris, tapi Indonesia karena berlandaskan Pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ayahnya seorang Sufi, yang berprofesi sebagai pengusaha pakaian. Ibunya, Shamibai, seorang buta huruf tapi mengantarkan putranya pada spiritualitas. Si kecil Kishin — nama kecil Anand Krishna — dibawa berziarah ke makam Wali Sunan Gunung Jati di Cirebon; upacara potong rambut di Candi Buddha dan Hindu di Borobudur dan Prambanan; dan diberkati seorang Pastor di gereja dekat rumah mereka di Solo.
Di rumahnya, semua simbol agama hadir dan dihormati. Ayahnya mengajarkan, bahwa semua agama dan simbol-simbol itu adalah suci dan mulia. Semua simbol adalah jari telunjuk berbeda yang menunjuk langit yang sama. Berkat ibu asuhnya, seorang wanita Jawa, Kishin juga sudah akrab dengan cerita bergambar Bhagavad Gita, Injil dan pustaka suci lainnya.
Ini membawa pengaruh yang sangat berarti baginya. Di kemudian hari ia tanpa ragu menyatakan semua agama adalah jalan berbeda menuju Tujuan Yang Satu dan Sama. la mengoreksi penggunaan kata toleransi, dan tegas membumikan apresiasi.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












