Dari Keresahan yang Sunyi, ke Mana Kita Melangkah Bersama?

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 25 Januari 2026 - 23:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 238 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilhamsyah Muhammad Nurdin

Ilhamsyah Muhammad Nurdin

KERESAHAN ini tidak lahir dari ruang seminar atau laporan resmi. Ia tumbuh pelan dari percakapan kecil, dari ruang ruang kelas yang terasa semakin sunyi, dari tumpukan bacaan yang jarang disentuh, dan dari diskusi yang sering berakhir cepat. Keresahan ini sederhana: ada sesuatu yang sedang berkurang dalam cara kita belajar dan mungkin juga dalam cara kita memahami diri sendiri.

Jika literasi mahasiswa kian menipis, apakah itu semata-mata karena kurangnya kemauan? Ataukah karena kita semua, sadar atau tidak, sedang hidup dalam sistem yang mendorong kecepatan lebih dari kedalaman? Pertanyaan ini penting, karena dari sudut pandang psikologi, kebiasaan berpikir tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari lingkungan yang membentuknya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Literasi, dalam makna psikologis, bukan hanya soal membaca teks panjang. Ia adalah kemampuan menahan diri untuk tidak segera menyimpulkan, keberanian bertahan dalam kebingungan, dan kesediaan menghubungkan satu gagasan dengan gagasan lain. Ketika ruang untuk proses ini menyempit, cara berpikir pun ikut menyempit. Kita menjadi terbiasa bergerak cepat, tetapi jarang benar benar berhenti.

Kondisi ini tidak muncul tiba-tiba. Kita hidup di budaya yang mengagungkan efisiensi dan hasil instan. Dalam budaya seperti ini, membaca sering dianggap lambat, berdiskusi dianggap bertele-tele, dan merenung dianggap tidak produktif. Perlahan, tanpa perlu ada yang melarang, literasi tersingkir dengan sendirinya. Bukan karena tidak penting, tetapi karena tidak dianggap mendesak.

Dari sisi psikologi emosi, kebiasaan literasi yang minim membentuk relasi yang rapuh dengan ketidakpastian. Ketika seseorang jarang bergumul dengan teks dan gagasan yang kompleks, ketidakjelasan terasa mengancam. Maka, respons yang muncul sering kali berupa penghindaran atau pencarian jawaban cepat. Dalam jangka panjang, ini membentuk kecenderungan reaktif: cepat merespons, tetapi minim refleksi.

Dalam fase perkembangan dewasa awal, literasi berperan penting dalam pembentukan identitas dan nilai hidup. Melalui bacaan dan dialog, seseorang belajar mengenali posisinya di tengah dunia yang beragam. Ketika proses ini terhambat, nilai sering diambil secara mentah dari luar. Identitas pun dibangun di atas apa yang populer, bukan apa yang dipahami. Ini bukan kesalahan personal, melainkan konsekuensi dari ruang belajar yang miskin refleksi.

Berita Terkait

13 Lady Companion Antara Dugaan TPPO dan Realitas Pilihan Kerja di Dunia Hiburan Malam
Obligasi Daerah dan Masa Depan Kemandirian Fiskal NTT
APBD Kabupaten Sikka 2026: Sah Secara Formal, Lemah dalam Keberpihakan pada Kepentingan Rakyat
Mengenang Anand Krishna, Seorang Pelintas Batas
KPA Harusnya Jatuhkan Sanksi Administrasi kepada Tersangka John Bala, dan Tidak Berlindung di Balik Imunitas Advokat
Sepucuk Surat, Satu Nyawa, dan Negara yang Diam dalam Potret Pahit Pendidikan di NTT
KUHP dan KUHAP Baru: Reformasi Hukum atau Kemunduran Demokrasi?
Ketika DAK Gagal Wujudkan Hak Kesehatan: Alarm Konstitusi dari Puskesmas Tuanggeo
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:49 WITA

Golkar Hantam Bupati Sikka Soal Kebijakan Mutasi dan Promosi ASN, Sebut Ada Putra Mahkota

Kamis, 12 Maret 2026 - 23:27 WITA

Garda Solidaritas Minta Tinjau Kembali Izin Pengelolaan Parkir Pasar Alok dan RSUD TC Hillers Maumere

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:16 WITA

Demokrat Sebut Pertumbuhan Ekonomi di Sikka Tidak Berkualitas

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:28 WITA

Kontradiktif! Pertumbuhan Ekonomi di Sikka Meningkat, Ketimpangan Ekonomi di Masyarakat Masih Terjadi

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:06 WITA

Musrenbang 2027, Ketua DPRD Sikka Ingatkan Setiap Rupiah Harus Berdampak Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:19 WITA

Buka Puasa Bersama, Pimpinan BRI Maumere Ajak Tingkatkan Toleransi Beragama

Senin, 9 Maret 2026 - 21:35 WITA

AHP Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Maumere

Senin, 9 Maret 2026 - 18:28 WITA

Kasus Pembunuhan di Rubit, Kuasa Hukum Keluarga Korban Dorong Penyidik Pakai Pasal Pembunuhan Berencana

Berita Terbaru

Timnas Iran

Nasional

Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Bagaimana Peluang Indonesia?

Jumat, 13 Mar 2026 - 00:07 WITA