Dari Keresahan yang Sunyi, ke Mana Kita Melangkah Bersama?

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 25 Januari 2026 - 23:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 306 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilhamsyah Muhammad Nurdin

Ilhamsyah Muhammad Nurdin

KERESAHAN ini tidak lahir dari ruang seminar atau laporan resmi. Ia tumbuh pelan dari percakapan kecil, dari ruang ruang kelas yang terasa semakin sunyi, dari tumpukan bacaan yang jarang disentuh, dan dari diskusi yang sering berakhir cepat. Keresahan ini sederhana: ada sesuatu yang sedang berkurang dalam cara kita belajar dan mungkin juga dalam cara kita memahami diri sendiri.

Jika literasi mahasiswa kian menipis, apakah itu semata-mata karena kurangnya kemauan? Ataukah karena kita semua, sadar atau tidak, sedang hidup dalam sistem yang mendorong kecepatan lebih dari kedalaman? Pertanyaan ini penting, karena dari sudut pandang psikologi, kebiasaan berpikir tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari lingkungan yang membentuknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Literasi, dalam makna psikologis, bukan hanya soal membaca teks panjang. Ia adalah kemampuan menahan diri untuk tidak segera menyimpulkan, keberanian bertahan dalam kebingungan, dan kesediaan menghubungkan satu gagasan dengan gagasan lain. Ketika ruang untuk proses ini menyempit, cara berpikir pun ikut menyempit. Kita menjadi terbiasa bergerak cepat, tetapi jarang benar benar berhenti.

Kondisi ini tidak muncul tiba-tiba. Kita hidup di budaya yang mengagungkan efisiensi dan hasil instan. Dalam budaya seperti ini, membaca sering dianggap lambat, berdiskusi dianggap bertele-tele, dan merenung dianggap tidak produktif. Perlahan, tanpa perlu ada yang melarang, literasi tersingkir dengan sendirinya. Bukan karena tidak penting, tetapi karena tidak dianggap mendesak.

Dari sisi psikologi emosi, kebiasaan literasi yang minim membentuk relasi yang rapuh dengan ketidakpastian. Ketika seseorang jarang bergumul dengan teks dan gagasan yang kompleks, ketidakjelasan terasa mengancam. Maka, respons yang muncul sering kali berupa penghindaran atau pencarian jawaban cepat. Dalam jangka panjang, ini membentuk kecenderungan reaktif: cepat merespons, tetapi minim refleksi.

Dalam fase perkembangan dewasa awal, literasi berperan penting dalam pembentukan identitas dan nilai hidup. Melalui bacaan dan dialog, seseorang belajar mengenali posisinya di tengah dunia yang beragam. Ketika proses ini terhambat, nilai sering diambil secara mentah dari luar. Identitas pun dibangun di atas apa yang populer, bukan apa yang dipahami. Ini bukan kesalahan personal, melainkan konsekuensi dari ruang belajar yang miskin refleksi.

Berita Terkait

Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:47 WITA

Jadi Tersangka 3 Kasus Korupsi, Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:04 WITA

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:51 WITA

Presiden Prabowo Ingatkan Pentingnya Legitimasi Institusi Polri

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:33 WITA

Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat

Senin, 29 Juni 2026 - 21:31 WITA

Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:38 WITA

PSG Juara Liga Champions 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WITA

Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan

Berita Terbaru

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA

Ekspresi berbeda pemain Persami Maumere dan Perss Soe usai laga di Gelora Samador da Cunha Maumere, Senin (10/8)

Daerah

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Senin, 10 Agu 2026 - 18:43 WITA