Dari Keresahan yang Sunyi, ke Mana Kita Melangkah Bersama?

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 25 Januari 2026 - 23:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 271 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilhamsyah Muhammad Nurdin

Ilhamsyah Muhammad Nurdin

KERESAHAN ini tidak lahir dari ruang seminar atau laporan resmi. Ia tumbuh pelan dari percakapan kecil, dari ruang ruang kelas yang terasa semakin sunyi, dari tumpukan bacaan yang jarang disentuh, dan dari diskusi yang sering berakhir cepat. Keresahan ini sederhana: ada sesuatu yang sedang berkurang dalam cara kita belajar dan mungkin juga dalam cara kita memahami diri sendiri.

Jika literasi mahasiswa kian menipis, apakah itu semata-mata karena kurangnya kemauan? Ataukah karena kita semua, sadar atau tidak, sedang hidup dalam sistem yang mendorong kecepatan lebih dari kedalaman? Pertanyaan ini penting, karena dari sudut pandang psikologi, kebiasaan berpikir tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari lingkungan yang membentuknya.

Literasi, dalam makna psikologis, bukan hanya soal membaca teks panjang. Ia adalah kemampuan menahan diri untuk tidak segera menyimpulkan, keberanian bertahan dalam kebingungan, dan kesediaan menghubungkan satu gagasan dengan gagasan lain. Ketika ruang untuk proses ini menyempit, cara berpikir pun ikut menyempit. Kita menjadi terbiasa bergerak cepat, tetapi jarang benar benar berhenti.

Kondisi ini tidak muncul tiba-tiba. Kita hidup di budaya yang mengagungkan efisiensi dan hasil instan. Dalam budaya seperti ini, membaca sering dianggap lambat, berdiskusi dianggap bertele-tele, dan merenung dianggap tidak produktif. Perlahan, tanpa perlu ada yang melarang, literasi tersingkir dengan sendirinya. Bukan karena tidak penting, tetapi karena tidak dianggap mendesak.

Dari sisi psikologi emosi, kebiasaan literasi yang minim membentuk relasi yang rapuh dengan ketidakpastian. Ketika seseorang jarang bergumul dengan teks dan gagasan yang kompleks, ketidakjelasan terasa mengancam. Maka, respons yang muncul sering kali berupa penghindaran atau pencarian jawaban cepat. Dalam jangka panjang, ini membentuk kecenderungan reaktif: cepat merespons, tetapi minim refleksi.

Baca Juga :  Legitimasi Kekuasaan, Epistemologi Demokrasi, dan Daya Pertimbangan Politik: Refleksi Filsafat Politik bagi Masa Depan Demokrasi di Indonesia

Dalam fase perkembangan dewasa awal, literasi berperan penting dalam pembentukan identitas dan nilai hidup. Melalui bacaan dan dialog, seseorang belajar mengenali posisinya di tengah dunia yang beragam. Ketika proses ini terhambat, nilai sering diambil secara mentah dari luar. Identitas pun dibangun di atas apa yang populer, bukan apa yang dipahami. Ini bukan kesalahan personal, melainkan konsekuensi dari ruang belajar yang miskin refleksi.

Berita Terkait

Legitimasi Kekuasaan, Epistemologi Demokrasi, dan Daya Pertimbangan Politik: Refleksi Filsafat Politik bagi Masa Depan Demokrasi di Indonesia
Napung Gete dan Jalan Panjang Kemandirian Pangan Kabupaten Sikka
Optimalisasi Peran Pelabuhan Laurens Say Maumere dalam Mendorong Kemandirian Fiskal Daerah
13 Lady Companion Antara Dugaan TPPO dan Realitas Pilihan Kerja di Dunia Hiburan Malam
Obligasi Daerah dan Masa Depan Kemandirian Fiskal NTT
APBD Kabupaten Sikka 2026: Sah Secara Formal, Lemah dalam Keberpihakan pada Kepentingan Rakyat
Mengenang Anand Krishna, Seorang Pelintas Batas
KPA Harusnya Jatuhkan Sanksi Administrasi kepada Tersangka John Bala, dan Tidak Berlindung di Balik Imunitas Advokat
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 09:57 WITA

Pater Otto Gusti Madung Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Filsafat Politik

Jumat, 17 April 2026 - 19:51 WITA

Satu Lagi Perusahaan Penempatan PMI Hadir di Sikka

Jumat, 17 April 2026 - 10:44 WITA

Warga Kelurahan Kabor di Sikka Ditemukan Meninggal Dunia di Ruang Tamu, Jenazah Dikerubungi Lalat

Kamis, 16 April 2026 - 10:21 WITA

Penyidik Polres Sikka Bakal Periksa Novi di Mapolda Jabar

Rabu, 15 April 2026 - 07:39 WITA

Tetapkan Tersangka TPPO Eltras Pub di Maumere, Penyidik Pastikan Kantongi 4 Alat Bukti

Selasa, 14 April 2026 - 07:42 WITA

Lika Liku Kasus Eltras Pub Maumere, dari Masalah Kasbon, Dugaan TPPO, Hingga Suster Ika Bertindak Seperti Polisi

Senin, 13 April 2026 - 21:57 WITA

Penetapan 2 Tersangka Dugaan TPPO Eltras Pub Disinyalir Berdasarkan Tekanan TRuK-F dan Jaringan HAM Sikka

Senin, 13 April 2026 - 20:39 WITA

Praperadilan Dugaan TPPO Eltras Pub di Maumere, Tidak Ada Perbuatan Melawan Hukum

Berita Terbaru

Staf Operasional PT Alfira Perdana Jaya Wilayah Flores Aloysius Tapun sedang memperkenalkan perusahaan tersebut

Daerah

Satu Lagi Perusahaan Penempatan PMI Hadir di Sikka

Jumat, 17 Apr 2026 - 19:51 WITA

Kasat Reskrim Polres Sikka Iptu Reinhard Dionisius Siga

Daerah

Penyidik Polres Sikka Bakal Periksa Novi di Mapolda Jabar

Kamis, 16 Apr 2026 - 10:21 WITA