Anjing Terduga Rabies Terdeteksi Berada di Kelurahan Beru

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 6 September 2018 - 17:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 20 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Hengki Sali

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Hengki Sali

Maumere-SuaraSikka.com: Dinas Pertanian Kabupaten Sikka berhasil mengidentifikasi keberadaan seekor anjing yang diduga rabies. Anjing tersebut terdeteksi berada di wilayah Kelurahan Beru Kecamatan Alok Timur, dipelihara oleh seseorang warga.
Kepala Dinas Pertanian Hengki Sali, Kamis (6/9) di Aula Kantor Dinas Pertanian menjelaskan anjing tersebut sudah divaksinasi dan langsung dikurung agar tidak berkeliaran di tengah masyarakat. Dia berharap mudah-mudahan anjing yang diduga rabies ini tidak tertular rabies.
Anjing ini diduga rabies menyusul terjadi peristiwa meninggalnya bocah perempuan berinisial EG di Desa Baomekot Kecamatan Hewokloang pada Minggu (2/9) lalu. Bocah berusia 5 tahun 5 bulan ini digigit oleh seekor anjing lain yang merupakan satu turunan dari induk yang sama. Induk anjing itu sendiri sudah dibunuh.
Menurut informasi yang disampaikan Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus, induk anjing tersebut memiliki turunan sebanyak 3 ekor anjing. Satunya menggigit EG hingga meninggal. Anjing ini akhirnya dibunuh. Lalu 1 ekor lain dibawa keluarga ke wilayah Kecamatan Talibura. Karena berperilaku suka menggigit manusia, akhirnya anjing ini pun dibunuh.
Sedangkan 1 ekor lagi, dibawa keluarga ke Kota Maumere. Anjing yang diduga rabies inilah yang akhirnya teridentifikasi berada di Iligetang Kelurahan Beru.
“Petugas kami sudah amankan. Ternyata anjingnya sudah besar. Jadi petugas sudah vaksinasi, dan anjing itu langsung dikurung,” jelas Hengki Sali dalam pertemuan koordinasi terkait rabies di Aula Kantor Dinas Pertanian, Kamis (6/9) siang.
Pertemuan koordinasi ini dihadiri Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian drh. Fadjar Sumping Tjatur Rassa, Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar dr. Masa Temaya, Kepala Sub Direktorat Zoonosis Kementerian Kesehatan drh. Endang Buni, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi NTT Yos Dandut, dan sejumlah pelaku penanganan rabies di Kabupaten Sikka.

BERITA TERKAIT:
Baca Juga :  Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Hengki Sali menegaskan bahwa upaya pemberantasan penyakit rabies harus dilakukan secara bersama-sama. Untuk itu dia mengimbau kepada para pemilik anjing di Kabupaten Sikka agar dengan kesadaran meminta petugas kesehatan hewan dan petugas vaksinasi untuk melakukan vaksinasi terhadap anjing.
Pada tahun 2018 ini, populasi anjing di Kabupaten Sikka diperkirakan lebih dari 60.000 ekor. Dinas Pertanian telah melakukan vaksinasi kepada 12.922 ekor. Masih lebih dari 48.000 anjing yang belum diberi vaksinasi.*** (eny)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru