Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makasar Pasangan Suami Istri

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 29 Maret 2021 - 23:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 6 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi berjaga-jaga di depan Gereja Katedral Makasar, usai peristiwa bom bunuh diri, Minggu (28/3) (foto: istimewa)

Polisi berjaga-jaga di depan Gereja Katedral Makasar, usai peristiwa bom bunuh diri, Minggu (28/3) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Hanya dalam waktu 1×24 jam, polisi berhasil mengungkap pasangan suami isteri pelaku bom bunuh diri di depan halaman Gereja Katedral Makasar, Sulawesi Selatan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyebutkan pelaku bom bunuh diri terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan. Dari data yang diperoleh keduanya adalah pasangan suami istri yang baru menikah enam bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makasar

“Betul pelaku pasangan suami istri, baru menikah 6 bulan,” kata Argo dalam keterangannya, Senin (29/3), sebagaimana dikutip dari berbagai sumber berita.

Seperti diketahui, pasca bom bunuh diri beredar foto seorang laki-laki mengendarai sepeda motor matic berboncengan dengan seorang wanita. Motor dengan nomor polisi DD 5984 MD tersebut tampak hancur.

Motor matic yang diduga dipakai pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makasar, Minggu (28/3) (foto: istimewa)

Menurut Argo, identitas laki-laki tersebut diketahui L. Sementara yang wanita YSF pekerjaan swasta.

“Penyelidikan masih terus dilakukan termasuk mengungkap pelakunya lainnya,” ujar Argo.

Dia mengatakan sejumlah tempat sudah digeledah untuk mencari bukti lainnya, termasuk rumah pelaku.

“Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan. Dan kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas,” tandas dia.

Argo mengungkapkan pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina.

“Pelaku berafiliasi dengan JAD,” ucapnya.

KWI Kecam Keras Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makasar
Polisi membentang garis polisi di depan Gereja Katedral Makasar, Minggu (28/3) (foto: istimewa)

Keterangan lain dari kepolisian menyebutkan L telah menulis surat wasiat kepada orang tuanya sebelum melakukan aksi.

“Saudara L meninggalkan surat wasiat kepada orang tuanya, yang isinya mengatakan bahwa yang bersangkutan berpamitan dan siap untuk mati syahid,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers, Senin (29/3).

Menurut Listyo, surat wasiat itu juga untuk “berpamitan” pada orang tuanya.

Kepolisian sudah melakukan identifikasi terhadap dua terduga pelaku tersebut, termasuk melalui tes DNA dan membandingkan dengan keluarganya.

“Identik bahwa pelaku yang laki-laki betul bernama saudara L dan ini sudah kami cocokkan dengan keluarganya, sedangkan yang perempuan adalah saudara YSF,” ungkap dia.

Sebagaimana diketahui ledakan terjadi di depan Gereja Katedral Makasar, Minggu (28/3) sekitar pukul 10.28 Wita. Polisi memastikan ledakan tersebut merupakan bom bunuh diri.

Disebutkan pelaku 2 orang berboncengan hendak masuk ke dalam Gereja Katedral Makasar. Namun seorang petugas keamanan gereja, belakangan diketahui bernama Kosmas, berhasil mengadang mereka. Saat itu mendadak terjadi ledakan.*** (eny)

Berita Terkait

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN
Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya
Jadi Tersangka 3 Kasus Korupsi, Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat
Presiden Prabowo Ingatkan Pentingnya Legitimasi Institusi Polri
Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
PSG Juara Liga Champions 2026

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA