



Maumere-SuaraSikka.com: Sekretaris Dinas PKO Sikka Marthen Luther Adji menemui Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Maumere untuk koordinadi dalam rangka menindaklanjuti masalah dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN Gaikiu.
Sekretaris Dinas PKO Sikka Marthen Luther Adji didampingi Kabid TKSD Willibrordus, Selasa (21/9), diterima Nurdin selaku Pinca BRI Maumere. Bank BRI merupakan penyalur dana PIP di daerah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepada media ini, Marthen Luther Adji menjelaskan pihaknya berkoordinasi dengan Pinca BRI Maumere untuk memastikan sejauh mana pencairan dan penyaluran dana PIP kepada para penerima.

Marthen Luther Adji menyerahkan dokumen data penerima PIP SDN Gaikiu dari tahun 2018 hingga tahun 2021. Dari dokumen ini diketahui sudah dilakukan pencairan melalui bank penyalur.
Dia menjelaskan Kepala SDN Gaikiu Anselmus Sidi baru mencairkan dana PIP untuk 38 anak, masing-masing 18 anak penerima tahun 2018 dan 20 anak penerima tahun 2020.
Sementara sesuai data yang ada, penerima dana PIP tahun 2018 berjumlah 113 pelajar, dan penerima tahun 2020 berjumlah 94 pelajar.
Selanjutnya, jelas dia, untuk tahun 2019 Kepala SDN Gaikiu telah mengecek ke BRI Unit Paga, dan diketahui hasil print out-nya nihil.
Dia menambahkan menurut Kepala SDN Gaikiu masih banyak buku rekening dan ATM yang berada di tangan BRI Unit Paga untuk kepentingan aktivasi. Akibatnya hingga kini dana tersebut belum bisa dicairkan.
“Kami tidak serta merta mendengar saja penjelasan kepala sekolah. Karena itu kami harus koordinasi dengan bank penyalur,” jelas Marthen Luther Adji kepada Nurdin.
Pinca BRI Maumere Nurdin menyambut baik langkah koordinasi yang dilakukan Dinas PKO Sikka.
Saat itu Nurdin langsung menghubungi Pimpinan BRI Unit Paga untuk meminta data dan dokumen sehubungan dengan dana PIP SDN Gaikiu.
“Sore ini data dari BRI Unit Paga sudah diantar ke Kantor Cabang,” ujar dia.
Selanjutnya, kata dia, dengan data-data yang ada BRI Cabang Maumere akan melakukan klarifikasi untuk mendapatkan titik terang persoalan dana PIP SDN Gaikiu.
Marthen Luther Adji mengatakan pihaknya serius secepatnya menyelesaikan masalah ini, sehingga bisa memberikan kepastian hak para penerima dana PIP.
Sebagaimana diketahui, masalah dana PIP di SDN Gaikiu terungkap setelah 10 orang tua murid mengadu ke Dinas PKO beberapa waktu lalu. Mereka mengeluh karena dana PIP tidak diterima sejak tahun 2018.*** (eny)















