Megawati Arahkan Beri Penghormatan Terbaik kepada Frans Leburaya

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 20 Desember 2021 - 14:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 43 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frans Leburaya dalam sebuah kesempatan bersama Megawati Soekarnoputri

Frans Leburaya dalam sebuah kesempatan bersama Megawati Soekarnoputri

Maumere-SuaraSikka.com: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengarahkan semua kader partai banteng moncong putih memberikan penghormatan terbaik kepada Frans Leburaya.

Sebagaimana diketahui Frans Leburaya, Ketua DPD PDIP NTT, yang juga mantan Gubernur NTT 2 periode itu, menghembuskan napas terakhir pada Minggu (19/12) siang di RS Sanglah Denpasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PDI Perjuangan melalui Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto mengucapkan belasungkawa dan duka cita mendalam atas wafatnya senior partai dan sekaligus pejuang partai asal Adonara itu.

Hasto mengaku setelah mendapatkan kabar duka, langsung melaporkan ke Megawati.

Putri Presiden Soekarno itu menyampaikan duka cita yang mendalam, sekaligus mendoakan semoga Frans Leburaya dilancarkan jalannya dan mendapat tempat terbaik di Surga.

“Ibu Megawati memberikan arahan agar seluruh anggota dan kader partai dapat memberikan penghormatan terbaik kepada Almarhum Pak Frans Leburaya,” ungkap Hasto melalui rilis kepada media ini.

Menurut Hasto, dalam rekam jejak sejarah partai, Frans Leburaya merupakan pejuang partai dan sosok yang teguh pada prinsip.

Terlebih pada masa sulit ketika partai mendapat tekanan pemerintahan otoriter Orde Baru, Frans Leburaya sangat loyal kepada Bung Karno, Megawati, dan PDI Perjuangan.

Baca Juga :  Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup

“Seluruh anggota dan kader partai meneladani perjuangan Beliau dengan memberi penghormatan terakhir sesuai protokol partai,” ujar dia.

Hasto melanjutkan, dalam catatan pribadinya, sejak Kongres PDI Perjuangan tahun 2005, 2010, dan 2015, Frans Leburaya selalu dipercaya utusan Kongres sebagai Pimpinan Sidang Sementara.

“Pak Frans juga yang di hadapan peserta Kongres memimpin upacara pengucapan Janji Jabatan Ketua Umum Ibu Megawati yang terpilih secara aklamasi,” terang Hasto.

Hasto menambahkan, seluruh kader PDIP mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan. PDIP senantiasa terus mengenang perjuangan Frans Leburaya.

“Selamat jalan Pak Frans, doa kami menyertaimu,” ucap dia.

AHP pose bersama Frans Leburaya dalam sebuah kegiatan PDIP

Pejuang yang Tekun
Pada bagian lain, anggota DPR RI Dapil NTT 1 Andreas Hugo Pareira (AHP), ikut menyampaikan duka yang mendalam.

AHP yang juga adalah kader senior PDI Perjuangan, mencatat bahwa perjalanan dan perjuangan PDI Perjuangan di NTT tidak terlepas dari seorang Frans Leburaya.

“PDI Perjuangan NTT pada masanya sangat identik dengan figur FLR. Ini karena sepak terjang dan lebih dari sebagian perjalanan hidupnya diabdikan untuk dunia perpolitikan di NTT melalui panji PDI Perjuangan,” ujar AHP.

Baca Juga :  Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat

Frans Leburaya memulai karirnya sebagai Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT. Kemudian menjadi Ketua DPD PDIP NTT selama 3 periode untuk rentang waktu 2005-2019.

Frans Leburaya juga berkarir pada legislatif di tingkat propinsi, bermula sebagai Wakil Ketua DPRD, kemudian Ketua DPRD. Dia juga pernah menjadi Wakil Gubernur NTT, dan selanjutnya dua periode menjadi Gubernur NTT sejak 2008 hingga 2018.

AHP mengatakan masyarakat NTT mengenang Frans Leburaya sebagai seorang sosok pejuang yang tekun, pekerja keras dan dalam kesabarannya membangun NTT yang penuh dengan tantangan.

“Selamat jalan Ama Frans. Semoga jalanmu menuju keabadian di rumah Bapa di Surga,” ujar AHP.

Kubur di Watoone
Informasi yang dihimpun media ini, keluarga dan Pemprop NTT telah membahas rencana pemakaman.

Pemprop NTT menginginkan jenazah Frans Leburaya dimakamkan pada Taman Makam Pahlawan Dharma Loka di Kota Kupang.

Namun, pihak keluarga menyepakati jenazah dipulangkan ke kampung halaman di Desa Watoone Kecamatan Witihama, Pulau Adonara.*** (eny)

Berita Terkait

Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere
Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih
8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WITA

Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:04 WITA

Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya!

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:53 WITA

Melchias Mekeng Kutuk Keras Pembubaran Ibadah di Bantul

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:45 WITA

Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:37 WITA

Final FA Cup, Semenyo Tabur Garam di Atas Luka The Blues

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:17 WITA

Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih

Minggu, 26 April 2026 - 08:29 WITA

Agnes Aditya Rahajeng asal Banten Raih Puteri Indonesia 2026

Minggu, 12 April 2026 - 23:38 WITA

Puluhan Bupati Jadi Dalang Korupsi, Bukti Ketamakan Akut Pejabat

Berita Terbaru