
Maumere-SuaraSikka.com: Lokasi Sikka Convention Center di Jalan Ahmad Yani sudah dipersiapkan untuk Kantor Walikota Maumere. Pemkab Sikka dan DPRD setempat diminta untuk tidak mengangkangi sejarah.
Pendapat ini dikedepankan Marianus Gaharpung, menanggapi rencana pembangunan mall di lokasi eks pembangunan Kantor Bupati Sikka itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia mengingatkan kembali sejarah penting saat proses perjuangan percepatan pembentukan Kota Maumere di masa Bupati Sikka Sosimus Mitang.
Marianus Gaharpung menyebutkan Bupati Sosimus Mitang sangat serius mempersiapkan semua persyaratan demi pembentukan Pemkot Maumere.
Salah satu persyaratan yang sudah disiapkan yakni lahan Kantor Walikota Maumere. Lokasi yang sudah disetujui yakni areal yang sekarang berdiri bangunan Gedung SCC dan sekitarnya.
“Dokumen-dokumen resmi pembentukan Kota Maumere sudah disampaikan kepada DPR RI,” tegas dia.
Dia menambahkan pembentukan Kota Maumere masih tertunda akibat kebijakan moratorium dari pemerintah pusat. Meski tertunda, kata dia, seluruh dokumen yang diajukan sifatnya adalah sah dan mengikat.
Untuk itu, lanjut dia, terhadap rencana PT Bukit Noah Sikka membangun mall di SCC, Marianus Gaharpung mengingatkan pemerintah dan DPRD setempat, agar memperhatikan serius sejarah dan riwayat perjuangan pembentukan Kota Maumere.
Dia meminta Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan DPRD Sikka memberikan pertimbangan yang matang, tidak serta-merta mengikuti saja kemauan investor.
“Mohon sangat, Bupati Roby Idong jangan tergesa-gesa mengiyakan. Terutama DPRD Sikka, sebagai representasi rakyat, beri pertimbangan yang matang jangan asal setuju saja,” ujar dia.
Menurut dia, setiap investor yang ingin betinvestasi, maka sudah sewajarnya pemerintah yang mengatur peruntukannya. Bukan sebaliknya pemerintah mengikuti kemauan investor seperti PT Bukit Noah Sikka yang ngotot harus bangun mall di lokasi SCC.
Jika PT Bukit Noah adalah perusahaan bonafit, yang berinvestasi untuk menghidupkan perekonomian warga Kabupaten Sikka, Marianus Gaharpung menyarankan agar perusahaan ini membeli saja lahan masyarakat untuk pembangunan mall.
“Kalau bonafit, kenapa tidak beli saja tanah warga yang letaknya strategis, sembari melihat penataan ruang yang jelas, serta pengaturan infrastruktur jalan yang bagus menuju mall. Yakin saya Kota Maumere akan kadi bagus,” ujar dia.
Sebagaimana diberitakan, PT Bukit Noah Sikka berencana membangun mall di lokasi SCC. Konsep pembangunan mall sudah dipresentasikan kepada anggota DPRD Sikka.
Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Yoseph Nong Soni mempertanyakan kenapa harus dibangun di lokasi SCC. Sementara Frangky Tanimena, pemilik PT Bukit Noah Sikka, bakal angkat kaki dari Maumere jika lokasi SCC tidak disetujui.*** (eny)















