Maumere-SuaraSikka.com: Penyakit rabies atau anjing gila makin mengancam kehidupan masyarakat di Kabupaten Sikka. Indikasinya bisa dilihat dari peningkatan drastis sampel otak anjing yang dinyatakan positip rabies. Hingga September 2018, sudah 48 sampel otak anjing yang positip rabies.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Hengki Sali yang ditemui di Sikka Covention Center, kamis (11/10), menjelaskan gigitan anjing kini sudah mencapai 1.100 kasus, tersebar pada sejumlah kecamatan. Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan sudah mengirim 101 sampel anjing ke laboratorium di Denpasar.
Data ini menunjukan terjadinya peningkatan yang drastis dan cukup menguatirkan, jika dibandingkan dengan Agustus 2018. Saat itu hanya 68 sampel otak anjing yang dikirim ke laboratorium, dan 29 yang dinyatakan positip rabies. Artinya dalam waktu satu bulan saja, ada tambahan 33 sampel otak anjing yang dikirim ke laboratorium, dan tambahan 19 sampel yang positip rabies.
Berita Terkait:
- Mengerikan! 41 Spesimen Otak Anjing Positip Rabies
- Robby Idong dan Rabies, Sebuah Tantangan Tersendiri
- Rekor Positip Rabies, Camat Kangae Geram
Kenaikan yang drastis ini juga kian mencemaskan jika dibandingkan dengan kondisi dua tahun terakhir. Pada tahun 2016, sebanyak 11 sampel otak anjing yang dikirim ke laboratorium, dan hanya 1 yang dinyatakan positip. Lalu pada tahun 2017, sebanyak 28 sampel otak anjing yang dikirim ke laboratorium, dan 11 yang dinyatakan positip rabies.
Hengki Sali menambahkan untuk tahun 2018 Dinas Pertanian mendapatkan bantuan 33.000 dosis dari pemerintah pusat. Setelah kasus kematian seorang anak di Baomekot Kecamatan Hewokloang, pemerintah pusat menambahkan lagi 13.000 dosis.
Dinas Pertanian melalui petugas kesehatan hewan dan vaksinator terus gencar melakukan vaksinasi terhadap anjing. Setidaknya sudah 25.364 ekor anjing yang sudah diberi vaksin. Masih tersisa 20.000 dosis, dan pemerintah terus berupaya memberikan vaksinasi.
Sementara itu pada tempat terpisah, Camat Kangae Marthen Luther Adji sedang serius berperang melawan rabies. Kecamatan Kangae tercacat sebagai rekor paling tinggi jumlah sampel otak anjing yang dinyatakan positip rabies. Kondisi ini membut dia geram, dan bertekad melakukan vaksinasi anjing secara total.
Menurut rencana, mulai Senin (15/10) Camat Kangae bersama pimpinan wilayah kecamatan, kepala desa, badan perwakilan desa, tokoh-tokoh masyarakat, dan warga mayarakat mulai melakukan vaksinasi total. Mereka akan mengelilingi 9 desa, menemui para pemilik anjing, dan melakukan vaksinasi. Marhen Luther Adji berharap ada koordinasi dan kerja sama yang baik dari seluruh pemilik anjing, sehingga aksi vaksinasi total ini dapat berlangsung dengan baik dan sukses.*** (eny)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT















