Mengerikan! 41 Spesimen Otak Anjing Positip Rabies

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 19 September 2018 - 15:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 28 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Maumere-SuaraSikka.com: Serangan penyakit rabies di Kabupaten Sikka kian mengerikan. Dari 82 spesimen otak anjing yang dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBV) di Denpasar, hingga Rabu (19/9), terdapat 41 spesimen yang dinyatakan positip rabies.
Angka ini begitu luar biasa, jika dibandingkan dengan posisi pada Kamis (6/9) lalu. Saat itu pemerintah setempat melalui Dinas Pertanian merilis terdapat 31 spesimen positif dari 66 spesimen yang dikirim ke BBV. Itu artinya dalam waktu hanya 13 hari saja, ada tambahan pengiriman 16 spesimen, dan tambahan 10 positip rabies.
Data yang dihimpun dari Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Rabu (19/9), tambahan 10 spesimen yang positip rabies, berasal dari Desa Koting A (1 spesimen), Koting C (1), Wolomapa (1), Aibura (1), Egon (1), Geliting (2), dan Waioti (2). Masih ada 1 spesimen lagi yang belum terdata nama desanya.
Kondisi ini sangat memperihatinkan jika dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2013 misalnya, 14 spesimen yang dikirim, 3 yang positip. Pada tahun 2014, sedikit turun, di mana 4 yang dikirim, 1 yang positip. Lalu pada tahun 2015, ada 9 yang dikirim, dan 2  positip. Kemudian tahun 2016, dikirim 11, dan 1 yang positip. Lalu menanjak naik pada tahun 2017, di mana 28 yang dikirim, 11 yang positip.
Dari jumlah kasus gigitan anjing, sebenarnya terjadi trend yang menurun selama 5 tahun terakhir. Pada tahun 2013 terjadi 1.561 kasus. Lalu berturut-turut 1.108, 1.190, 1.310, dan 945. Untuk tahun ini, menurut data yang direkam dari Bidang Pencagahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, sudah terjadi 750 kasus gigitan sampai dengan Juli 2018.

Berita Terkait:

Baca Juga :  Komitmen Perjuangan Partai Golkar Sikka untuk Guru, Bertindak Lokal, Berpikir Nasional

Data yang dihimpun media ini, 9 kecamatan di Kabupaten Sikka kini sedang rawan serangan rabies. Paling tinggi terjadi di dua kecamatan yakni Kangae dan Kewapante di mana masing-masing terdapat 8 spesimen positip rabies.
Menyusul setelah itu Kecamatan Nita dengan 6 spesimen positip rabies. Selanjutnya Kecamatan Hewokloang dan Alok Timur masing-masing 5 spesimen positip rabies. Lalu Waigete 4, Koting 3, Doreng dan Alok 1 masing-masing 1 spesimen positip rabies.
Rata-rata anjing yang menggigit korban tidak pernah dilakukan vaksinasi. Kecuali yang tejadi di Desa Koting A, seekor anjing jantan berusia 7 bulan, terakhir divaksin pada Kamis (6/9). Lalu seminggu kemudian menggigit korban. Termasuk seekor anjing betina berusia 4 bulan di Desa Koting C, terakhir divaksin pada Senin (10/9), lalu keesokan harinya menggigit korban. Dua spesimen otak anjing ini sudah dinyatakan positip rabies.*** (eny)

Berita Terkait

Kondisi Sikka Saat Ini, Simak Konflik Pendapat Mahasiswa Hukum Unipa Maumere
Komitmen Perjuangan Partai Golkar Sikka untuk Guru, Bertindak Lokal, Berpikir Nasional
837 Orang Muda Katolik dari 9 Keuskupan, Ramaikan Nusra Youth Day III di Maumere
Bupati Sikka Diingatkan Jangan Gegabah Terapkan Pergub Pembatasan BBM Bersubsidi
Mahasiswa Unipa Maumere Kritik Gubernur NTT: Hak Subsidi Rakyat Jangan Dikorbankan Demi Pajak!
Selvin Ratu Ludji, Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Tembus Level Propinsi OSN Bidang IPS
Polres Sikka Bantah Tudingan Oknum Polisi Minta Uang Tebusan BBM
Sebut Gubernur NTT Malas, PMKRI Maumere Soroti Kebijakan Larangan Penggunaan BBM Bersubsidi

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:04 WITA

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:33 WITA

Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat

Senin, 29 Juni 2026 - 21:31 WITA

Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:38 WITA

PSG Juara Liga Champions 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WITA

Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:04 WITA

Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya!

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:53 WITA

Melchias Mekeng Kutuk Keras Pembubaran Ibadah di Bantul

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:45 WITA

Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito memberikqn keterangan kepada wartawan usai menggelar Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025, Kamis (2/7)

Nasional

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

Kamis, 2 Jul 2026 - 17:04 WITA