Mawarani Tidur Panjang, Tamparan Keras bagi Bupati Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 3 November 2022 - 08:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 59 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marianus Gaharpung

Marianus Gaharpung

Salah satu indikator keberhasilan kepemimpinan Bupati Sikka dan Wakil Bupati Sikka adalah pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Nian Tana Sikka.

Pertanyaannya, kegiatan apa saja yang dapat meningkatkan perekonomian di Sikka? Jawabannya dengan pertumbuhan investasi di Nian Tana Sikka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Sikka dan semua perangkat Pemkab Sikka wajib dan mampu memperkenalkan potensi daerah, menyiapkan sarana prasarana jalan, air, serta kesiapan peraturan daerah demi mendukung pertumbuhan investasi di Nian Tana Sikka.

Dengan demikian Bupati Sikka tidak boleh janji-janji muluk. Tetapi harus mampu dan berani mengeksekusi melalui tindakan konkrit demi peningkatan ekonomi di Nian Tana Sikka.

Salah satu yang harus diberdayakan adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Perusahaan daerah yang sebagian atau seluruh modalnya dimiliki pemerintah daerah.

Bagaimana nasib PD Mawarani yang merupakan ujung tombak perekonomian di Pemkab Sikka?

Bagaimana usaha dan keseriusan Bupati Sikka dan DPRD Sikka untuk mengdongkrak tata kelola Mawarani sebagai indikator geliatnya ekonomi di Nian Tana Sikka?

Apakah hanya sekedar stigma bahwa Pemkab Sikka sebagai pemegang saham mayoritas lalu membiarkan BUMD ini mati suri?

Sungguh miris dan tamparan buat Bupati Sikka yang sudah memimpin hampir 4 tahun membiarkan perusahaan Mawarani mati suri.

Ini bentuk kelalaian Bupati Sikka di dalam memimpin Kabupaten Sikka jika tidak mampu membangkitkan dan memberdayakan satu-satunya perusahaan milik Pemkab Sikka yang hidupnya sudah sekian puluh tahun.

Padahal kita tahu bahwa eksistensi BUMD ini memiliki beberapa peran dan fungsi bagi daerah.

Pertama, melaksanakan kebijakan pemerintah daerah dalam bidang ekonomi dan pembangunan.

Kedua, pemupukan dana bagi pembiayaan pembangunan.

Ketiga, mendorong peran serta masyarakat dalam bidang usaha.

Keempat, memenuhi barang dan jasa bagi kepentingan masyarakat.

Dari peran dan fungsi tersebut terlihat jelas kehadiran Mawadani dapat memberikan sumbangsih ekonomi bagi Kabupaten Sikka jika Bupati dan DPRD memiliki kepekaan terhadap eksistensi Mawarani.

Perlu dibangkitkan lagi  pom bensin yang kini sedang mati suri. Bupati Sikka harus segera memanggil Direksi dan Komisaris Mawarani guna membahas persoalan ini dengan membuat prospektus generalis sebagai pedoman arah kinerja Mawarani.

Dengan prospektus yang jelas, maka saham Pemkab Sikka yang digelontorkan kepada Mawarani akan jelas peruntukannya. Dan jangan lupa setiap tahun wajib diaudit auditor eksternal yang independen.

Sebab kelemahan tata kelola perusahaan yakni enggan diaudit eksternal. Nah ini boleh diduga adanya manipulasi data keuangan pada perusahaan tersebut.

Semua ini hanya dapat terealisasi jika ada komitmen jelas untuk kembali membangkitkan Mawarani yang selama ini mengalami tidur panjang. Bukan janji-janji melulu dari Bupati Sikka selaku pemegang saham mayoritas. Semoga!***

Oleh Marianus Gaharpung, dosen FH Ubaya Surabaya

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru