Kabupaten Sikka Seperti Tidak Memiliki Pemimpin

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 28 Juli 2023 - 14:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 163 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sikka Maria Angelorum Mayestatis

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sikka Maria Angelorum Mayestatis

Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi Partai Golkar DPRD Sikka mensinyalir Kabupaten Sikka sepertinya tidak memiliki pemimpin selama 5 tahun terakhir ini.

Sikap politik ini disampaikan anggota DPRD Sikka Maria Angelorum Mayestatis, Jumat (28/7), saat menyampaikan Pemandangan Umum Fraksi terhadap Pidato Bupati Sikka atas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fraksi Partai Golkar mengatakan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga pada awalnya memberikan asa dan harapan rakyat untuk hidup lebih baik dan bahagia.

Awalnya rakyat kagum tatkala pemimpin pilihan mereka menebar mimpi dan angan untuk membawa perubahan yang lebih baik dari pemimpin-pemimpin sebelumnya.

Rakyat bangga dan yakin bahwa hidupnya akan lebih baik, Sikka pasti akan terus maju dengan menggeliatnya pembangunan di segala bidang.

Hal ini ditambah lagi dengan suntikan dana dari PT SMI. Rakyat juga begitu yakin roda birokrasi akan ditata lebih baik secara profesional di tangan pemimpin yang bervisi Terpenuhnya Hak-Hak Dasar Masyarakat menuju Sikka Bahagia 2023.

Baca Juga :  Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih

“Wow, keren kedengarannya,” sentil Maria Angelorum Mayestatis.

Namun, seiring dengan perjalanan waktu ternyata ekspetasi ini seperti masih jauh panggang dari api, begitu samar-samar tenggelam dalam idealisme semu pemimpin Negeri Antabaranta. Kebanggaan itu hilang sirna ibarat senja dijemput malam kelam.

“Daerah ini sepertinya tak memiliki pemimpin politik yang memiliki tanggung jawab dan beban moril yang besar untuk membawa rakyatnya menuju bahtera hidup yang lebih baik,” tukas Maria Angelorum Mayestatis.

Dia mengatakan ada masalah yang berulang-ulang kali sering disuarakan dengan lantang di DPRD  Sikka melalui mimbar paripurna. Tapi, katanya, tidak ada tindak lanjut yang jelas malah terkesan pembiaran oleh pemerintah.

Dia lalu menyebut proyek-proyek mangkrak yang bersumber dari dana PEN seperti Pembangunan RS Pratama Doreng, pekerjaan beberapa ruas jalan seperti Nita-Riit, Patimoa-Arewawo dan yang lainnya, merupakan potret kegagalan pemerintah saat ini.

Dengan kondisi ini disadari atau tidak cita-cita besar para pendahulu yang berharap Sikka akan lebih baik, lebih maju dan lebih berkembang, sekarang tinggal kenangan.

Baca Juga :  Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat

“Pemimpin yang ada saat ini lebih suka mengumbar janji, sibuk urusan mutasi yang cenderung sarat unsur KKN, balas dendam dan balas jasa politik, bongkar pasang mesin birokrasi dengan sesuka hati tanpa mempedulikan kajian teknis profesional dari Tim Penilai Kinerja, belum lagi kabar burung yang santer terdengar soal Tim sukses yang terlibat aktif mengatur pekerjaan proyek-proyek untuk kroni dan orang dekatnya,” umbar Maria Angelorum Mayestatis.

Ditambah lagi, kata dia,  dengan cerita lama aroma upeti telah dijadikan seperti ladang baru untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan seperti zamannya para raja dulu.

Maria Angelorum Mayestatis mengatakan kondisi Kabupaten Sikka ini dipertegas dengan pernyataan Dian Patria, Kepala Satuan Tugas Direktorat V Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dian Pratama saat memberikan keterangan pers menyebutkan Kabupaten Sikka dengan APBD terbatas, tapi banyak proyek bermasalah.

Pada momen ini, Fraksi Partai Golkar mengajak semua untuk kembali mengingat prinsip kepemimpinan menurut Ki Hajar Dewantara.*** (eny)

Berita Terkait

Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere
Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih
8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WITA

Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:04 WITA

Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya!

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:53 WITA

Melchias Mekeng Kutuk Keras Pembubaran Ibadah di Bantul

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:45 WITA

Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:37 WITA

Final FA Cup, Semenyo Tabur Garam di Atas Luka The Blues

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:17 WITA

Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih

Minggu, 26 April 2026 - 08:29 WITA

Agnes Aditya Rahajeng asal Banten Raih Puteri Indonesia 2026

Minggu, 12 April 2026 - 23:38 WITA

Puluhan Bupati Jadi Dalang Korupsi, Bukti Ketamakan Akut Pejabat

Berita Terbaru