Dana Desa Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 27 Januari 2019 - 10:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 32 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indarwati pose bersama sejumlah bupati di Flores NTT, dilatari ratusan kepala desa dari Kabupaten Sikka, Ende, dan Flotim di Gedung SCC Maumere, Jumat (25/1)

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indarwati pose bersama sejumlah bupati di Flores NTT, dilatari ratusan kepala desa dari Kabupaten Sikka, Ende, dan Flotim di Gedung SCC Maumere, Jumat (25/1)

Maumere-SuaraSikka.com: Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indarwati menjadi keynote speaker pada kegiatan Diseminasi Dana Desa yang berlangsung di Gedung Sikka Convention Center (SCC) Maumere, Jumat (25/1). Dia menegaskan bahwa dana desa telah berhasil menurunkan angka kemiskinan di desa.
“Jumlah penduduk miskin kita, tadinya 18 juta jiwa di desa miskin, sekarang menjadi 15,8 juta jiwa, turun lebih dari 2 juta jiwa. Ini dalam waktu hanya 4 tahun. Kita berharap itu akan dilakukan di semua desa. Kalau semua desa melaporkan kemiskinan makin turun, berarti secara nasional akan juga semakin turun,” ujar Sri Mulyani di depan 479 pejabat desa dari Kabupaten Sikka, Ende dan Flores Timur.
Sri Mulyani membeberkan cukup banyak data terkait pemanfaatan alokasi dana desa. Antara lain lebih dari 1.191 kilometer jalan desa, lebih dari 1.140 jembatan, lebih dari 4.175 embung, 24.000 lebih posyadu, 959.000 unit sarana air bersih, 240 ribu fasilitas MCK, 9.600 lebih polindes, dan 50.000 lebih PAUD.
“Jadi kita telah mencapai cukup banyak. Dengan capaian ini memang terlihat kemisikan di desa turun.  Tepuk tangan untuk kepala desa semuanya,”ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
Dana desa juga berhasil meningkatkan status desa. Dia menyebutkan terdapat 6.580 desa tertinggal sekarang berubah menjadi desa berkembang, dan 2.265 desa berkembang kini berubah status menjadi desa mandiri. Dia berharap semakin banyak desa di Kabupaten Sikka, Ende, Flores Timur dan Lembata, menjadi desa yang mandiri.
“Nah ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk menunjukkan bahwa kalau ada uang dan kalu ada program dan keinginan, maka kita mampu membuat kesejahteraan rakyat di tingkat masyarakat itu betul-betul bisa diwujudkan.
Meski demikian dia mengakui bahwa dalam penyertaan dana desa, ada desa yang sangat sukses, tapi ada juga yang biasa-biasa saja, bahkan ada yang sama sekali tidak bergerak walaupun telah ditambah anggaran. Kementerian Keuangan telah memiliki kiat-kiat dan formulasi untuk terus-menerus mendorong pemanfaatan dana desa secara lebih baik.
Untuk tahun 2019, alokasi dana desa dianggarkan Rp 70 triliun, naik 10 triliun dari tahun lalu, di mana rata-rata mengalami kenaikan 14 persen. Kabupaten Sikka naik 14 persen mendapatkan Rp 151,3 miliar, Kabupaten Ende naik 13 persen mendapatkan Rp 198,3 miliar, Kabupaten Flotim naik 12 persen mendapatkan Rp 173,6 miliar, dan Kabupaten Lembata naik 9 persen mendapatkan Rp 131,3 miliar.
“Jadi kalau dilihat dana desa meningkat, seluruh desa terutama yang masih tertinggal, akan mendapatkan lebih banyak. Saya betul-betul menitipkan seluruh dana desa ini, kepala desa bisa gunakan sebagaimana mestinya. Transparan, selalu bisa konsultasi dengan masyarakat, mau dipakai untuk apa. Dan akuntabel, sehingga kita bisa mengetahui hasilnya. Dan juga dari sisi kemampuan untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat secara berkeadila,” pinta dia.
Kegiatan diseminasi sehari ini diinisiasi Direktorat Jenderal Perimbangan dan Keuangan Kementerian Keuangan. Para pejabat desa yang hadir terdiri dari kepala desa dan perwakilan desa, 230 orang dari Kabupaten Sikka, 210 orang dari Kabupaten Ende, dan 30 orang dari Kabupaten Flotim.
Hadir juga ketua Komisi IX DPR RI Melchias Markus Mekeng, Ditjen Perimbangan dan Keuangan Astera Primanto Bhakti, Bupati Ende Marselinus Petu, Bupati Flotim Antonius Gege Hadjon, Bupati Lembata Yantje Sunur, dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo sebagai tuan rumah.*** (eny)
Baca Juga :  NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terkait

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta
Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi
NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN
Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD
Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:47 WITA

Jadi Tersangka 3 Kasus Korupsi, Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:04 WITA

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:51 WITA

Presiden Prabowo Ingatkan Pentingnya Legitimasi Institusi Polri

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:33 WITA

Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat

Senin, 29 Juni 2026 - 21:31 WITA

Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:38 WITA

PSG Juara Liga Champions 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WITA

Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan

Berita Terbaru

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA

Ekspresi berbeda pemain Persami Maumere dan Perss Soe usai laga di Gelora Samador da Cunha Maumere, Senin (10/8)

Daerah

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Senin, 10 Agu 2026 - 18:43 WITA