Kasus Longsor di Mapitara Berujung Damai

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 3 Februari 2019 - 12:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 28 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Januarius Joni pemilik lahan tanah longsor sedang menandatangani surat pernyataan damai dan surat kesepakatan bersama di depan Kepala Desa Hale Albertus Ruben, Jumat (1/2) di Kantor Desa Hale

Januarius Joni pemilik lahan tanah longsor sedang menandatangani surat pernyataan damai dan surat kesepakatan bersama di depan Kepala Desa Hale Albertus Ruben, Jumat (1/2) di Kantor Desa Hale

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus tanah longsor di Dusun Watiwolot Desa Hale Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka Propinsi NTT, akhirnya berujung damai. Keluarga korban dan pemilik tanah bersepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
Penyelesaian damai para pihak ini berlangsung di Kantor Desa Hale pada Jumat (1/2). Kepala Desa Hale Albertus Ruben melakukan mediasi antara para pihak. Dalam mediasi tersebut, keluarga korban longsor yang berakibat meninggalnya 3 anak di bawah umur, telah menerima peristiwa tersebut sebagai bencana alam. Mereka juga berjanji tidka menuntut Januarius Joni selaku pemilik tanah.
Hasil mediasi tersebut dituangkan dalam bentuk surat pernyataan damai dan surat kesepakatan bersama. Masing-masing pihak menandatangani surat tersebut di depan Kepala Desa Hale. Ikut menyaksikan mediasi ini yakni Camat Mapitara, Kanit Res Polsek Bola, Babinsa Hale, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, serta anggota Linmas Desa Hale.

Berita Terkait:

Baca Juga :  49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang yang dihubungi media ini membenarkan telah terjadi proses perdamaian antara keluarga korban dan pemilik tanah. Dia mengatakan mediasi antara para pihak berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang kondusif, serta berjalan dalam kondisi yang tertib, aman dan lancar.
Sebagaimana diketahui, tiga orang anak menjadi korban tewas saat sedang menambang pasir di Dusun Watuwolot Desa Hale, Senin (7/1) lalu. Ketiganya meninggal karena tertimbun tanah longsor. Sementara 1 orang lainnya berhasil diselamatkan dan langsung dibawa ke RSUD TC Hillers Maumere.
Anak yang menjadi korban adalah dua orang kakak beradik atas nama Petrus Afriandi, 10 tahun, dan Emanuel Jefrianto, 8 tahun. Satunya lagi yakni Silferius Silik, 11 tahun, masih ada hubungan saudara dengan 2 anak yang tewas. Sementara yang dalam keadaan kritis adalah Marselinus Moa alias Doli, 20 tahun.
Akibat peristiwa ini, ratusan orang mendatangi lokasi kejadian untuk menyaksikan upaya evakuasi korban yang dilakukan tim evakuasi. Keluarga membentang terpal besar di halaman rumah Januarius Joni, si pemilik lahan. Jasad ketiga anak yang sudah berhasil dievakuasi kemudian dibaringkan di atas terpal. Keluarga mengenakan kain sarung dan lipa yang menutup seluruh jasad korban dari kaki hingga kepala.
Seorang perempuan tua yang diketahui nenek dari ketiga anak ini, tampak mendampingi ketiga jenazah. Dia terus menangis dan meratapi nasib naas yang dialami cucu-cucunya. Tidak sedikit pun dia bergeser dari tempat itu, sambil sesekali mengusir lalat yang menghinggapi jasad korban.
Sementara Januarius Joni selaku pemilik lahan, petang itu menyerahkan diri kepada aparat keamanan. Dia pun langsung digelandang ke Mapolres Sikka. Kasat Reskrim Polres Sikka Iptu Heffri Dwi Irawan mengatakan pihaknya sudah mengambil keterangan dari Januarius Joni.*** (eny)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru