

Maumere-SuaraSikka.com: Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sikka melakukan uji petik pada 10 warung makan. Hasilnya mencengangkan. Laporan omzet diketahui tidak jujur hingga menembus Rp 228.914.313. Rakyat dijadikan ATM oleh warung-warung makan.
Kepala Bapenda Sikka Yosef Benyamin membeberkan secara lugas hasil uji petik di 10 warung makan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Sikka dan Forum Warung Makan Maumere Bersatu, Kamis (17/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terdapat perbedaan laporan omzet yang sangat mencolok saat sebelum uji petik dan sesudah uji petik. Angkanya tidak main-main, dari yang terkecil Rp 1,7 juta hingga paling tinggi Rp 62,7 juta.
Uji petik pada Pebruari 2025 dilakukan selama 18 hari terhadap 5 warung makan, kemudian dibandingkan dengan laporan omzet pada Januari 2025.
RM Surya Minang melaporkan omzet Rp 11.119.978. Hasil uji petik menunjukkan warung makan masakan Padang itu mempunyai omzet Rp 73.868.000. Terdapat selisih laporan sebesar Rp 62.748.022.
Selanjutnya RM Surya Indah melaporkan omzet Rp 15.200.000, namun hasil uji petik menunjukkan omzet sebesar Rp 43.678.191. Terdapat selisih laporan sebesar Rp 26.478.191.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












