

Maumere-SuaraSikka.com: Pro kontra pengibaran bendera anime One Piece menjelang peringatan HUT ke-80 RI semakin marak. Sebagian pihak melarang dengan dalih mengganggu marwah bendera Merah Putih, namun tidak sedikit pula yang tidak mempermasalahkan tren tersebut sebagai bentuk kebebasan berekspresi atau kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Bendera anime itu menggambarkan bajak laut bertopi Jerami Jolly Roger, lambang kru Topi Jerami dari serial anime One Piece. Simbol friksi ini kemudian mengguncang realitas sosial-politik bangsa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira (AHP) ikut angkat bicara atas hal ini. Politisi PDI Perjuangan itu tidak sepakat jika fenomena pengibaran bendera One Piece jelang HUT ke-80 RI dianggap tindakan makar. Menurut dia, penilaian tersebut terlalu berlebihan.
Ketua DPP PDIP itu menilai pengibaran bendera One Piece jelang HUT ke-80 RI harusnya dijadikan bahan introspeksi pemerintah. Dia mengatakan hal itu sebagai bagian dari kebebasan berekspresi.
“Ini menjadi bagian dari hak azasi manusia, sebagai bentuk kebebasan dalam menyampaikan aspirasi dan kegelisahan masyarakat. Seharusnya ini menjadi bahan introspeksi buat pemerintah, bahwa ada persoalan serius yang membuat masyarakat menyampaikan protes dalam ‘diam’, dalam bentuk sosial kultur,” ujar dia sebagaimana dikutip dari detikNews, Selasa (5/8).
AHP menilai seharusnya masyarakat yang menyampaikan protes kepada pemerintah diberi pendekatan humanis dan persuasif. Dia tidak sepakat pemasangan bendera One Piece dianggap sebagai bentuk provokasi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












