Jatuh dari Pohon Setinggi 10 Meter, Kepala Lorens Terbentur Rabat Jalan dan Batu

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 30 Maret 2019 - 09:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 23 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Posisi korban saat terjatuh dari pohon dompet di Kampung Hebing Dusun Hebing Desa Hebing Kecamatan Mapitara, Jumat (29/3)

Posisi korban saat terjatuh dari pohon dompet di Kampung Hebing Dusun Hebing Desa Hebing Kecamatan Mapitara, Jumat (29/3)

Maumere-SuaraSikka.com: Nasib malang menimpa Laurensius Luga alias Lorens. Dia terjatuh dari pohon dompet setinggi kurang lebih 10 meter. Kepalanya terbentur rabat jalan dan batu. Nyawa petani berusia 52 tahun ini pun tidak bisa tertolong. Dia meninggal di tempat kejadian.
Peristiwa ini terjadi di Kampung Hebing Dusun Hebing Desa Hebing Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka Propinsi NTT, Jumat (29/3), sekitar pukul 12.00 Wita. Korban sempat dibawa lari ke Puskesmas Mapitara yang letaknya persisi di depan lokasi kejadian , namun tidak bisa tertolong. Diduga akibat darah yang keluar terlalu banyak dari hidung, telinga serta mulut korban.
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang dalam keterangannya kepada media ini, Sabtu (30/3), menjelaskan korban yang tinggal di kampung itu memanjat pohon dompet dengan maksud memangkas ranting-ranting pohon. Pemangkasan ranting-ranting pohon ini dimaksudkan agar memudahkan PLN saat melakukan pemasangan kabel listrik perdana.
Lorens bersedia memangkasr ranting pohon setelah mendapat permintaan dari Kepala Dusun Hebing Anselmus Solanus alias Solanus. Biaya pemangkasan ranting pohon disepakati Rp 750.000. Awalnya korban meminta biaya sebesar Rp 1 juta. Kepala Dusun Hebing bersama para pelanggan listrik perdana menawarkan biaya Rp 750.000. Korban pun sepakat dengan tawaran itu.
Setelah terjadi kesepakatan biaya pemangkasan ranting-ranting pohon, Kepala Dusun Hebing bersama Brabander Bura Nong berkoordinasi dengan para tua adat untuk terlebih dahulu dilakukan seremoni adat. Menurut kepercayaan tua adat setempat, pohon dompet tersebut sudah berumur sangat tua, dan memiliki kekuatan alam.
Namun sebelum seremoni adat dilakukan, ternyata korban sudah memanjat pohon dompet, dan memangkas ranting-ranting. Seremoni adat pun batal dilakukan. Ketika korban sedang memangkas ranting pohon, mendadak angin bertiup kencang. Dahan-dahan pohon yang menjadi tempat pijak korban pun ikut bergoyang. Korban hilang keseimbangan, dan akhirnya terjatuh membentur rabat jalan dan batu.
“Korban hilang keseimbangan, sehingga dia terjatuh dari atas pohon. Kepalanya terbetur di rabat jalan dan batu yang ada di bawah pohon. Dia sempat tidak sadarkan diri,” jelas Rickson Situmorang.
Beberapa saksi yang ada di lokasi kejadian seperti Sensimus Bajo dan Jhon Supriadi langsung membawa korban ke Puskesmas Mapitara, sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Saat dilakukan pemeriksaan medis, ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi.
Rickson Situmorang menambahkan atas peristiwa tersebut Kepala Puskesmas Mapitara langsung menghubungi Kanit Intel Polsek Bola via telepon selular. Anggota Polsek Bola mendatangi tempat kejadian perkara dan langsung melakukan tindakan kepolisian.
Polisi juga melakukan mediasi antara keluarga korban dan keluarga Kepala Dusun dan Brabander Bura Nong San agar  menjaga situasi kemanan dan ketertiban yang kondusif dan tidak terprovokasi dengan isu-isu negatif.*** (eny)
Baca Juga :  Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru