


Maumere-SuaraSikka.com: Cuaca ekstrim selama Januari 2026 mengakibatkan 69 kejadian bencana di Kabupaten Sikka, tersebar pada 25 desa dan 2 kelurahan pada 13 kecamatan.
Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera menyebut peristiwa bencana yang terjadi bervariatif, disebabkan oleh angin kencang dan pohon tumbang. Dia menguraikan 52 rumah rusak, 5 lokasi jalan tertutup, dan 38 pohon tumbang. Selain itu, kata dia, beberapa fasilitas umum juga mengalami kerusakan, yakni 3 sekolah, 2 gereja, 2 jalan rabat, jalan pantura, dan 1 gedung Kantor Desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama Januari terdapat 69 kejadian bencana terhadap rumah penduduk, sarana prasarana dan fasilitas umum, yang kami rekam melalui laporan masyarakat dan surat resmi,” demikian Sekda Sikka di Kantor Bupati Sikka, Selasa (3/2).
Dia mengatakan terhadap kondisi ini Pemkab Sikka melalui BPBD Sikka telah melakukan survei dan identifikasi pada 23 lokasi bencana. Bersamaan dengan itu BPBD Sikka juga telah menyalurkan logistik pada 4 lokasi.
Sementara itu Pelaksana Tugas Kalak BPBD Sikka Petrus Poling Wairmahing memastikan akan kembali turun ke lokasi bencana untuk survei dan identifikasi. Menurut dia, masih ada beberapa lokasi yang belum mendapatkan penanganan.
Data yang dihimpun media ini dari Sekda Sikka, 13 kecamatan yang didera bencana di Kabupatan Sikka yaitu Nita, Kewapante, Alok Barat, Doreng, Alok Timur, Mapitara, Magepanda, Hewokloang, Waiblama. Talibura, Tanawawo, Mego, dan Bola. Laporan bencana yang paling tinggi datang dari Kecamatan Tanawawo.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












