Lawan Campak dan Rubella, Flori Target 2 Bulan Imunisasi 100 Persen

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 Agustus 2018 - 19:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 27 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus menyalami anak yang baru mendapatkan suntikan imunisasi campak dan rubella di Aula Santa Theresia Avila Maumere, Kamis (2/8)

Foto: Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus menyalami anak yang baru mendapatkan suntikan imunisasi campak dan rubella di Aula Santa Theresia Avila Maumere, Kamis (2/8)

Maumere, SuaraSikka.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka akan menyasar 91.658 anak di Kabupaten Sikka yang berusia dari 9 tahun hingga kurang dari 15 tahun untuk melakukan imunisasi campak dan rubella. Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus menargetkan dalam waktu dua bulan imunisasi mencapai 100 persen.
Sampai dengan posisi Kamis (2/8), Kabupaten Sikka sudah mencapai lebih dari dua persen dalam upaya imunisasi campak dan rubella. Karena itu selama dua bulan ini, Agustus dan September, Mekeng P. Florianus bertekad mencapai target 100 persen kepada anak-anak sasaran imunisasi.
“Kalau tadi Pa Kadis Kesehatan Provinsi tanya Sikka mau capai berapa persen, yah kita harus kasih target yang paling maksimal, 100 persen,” ungkap Mekeng P. Florianus saat pencanangan kampanye imunisasi campak dan rubella di Aula Santa Theresia Maumere, Kamis (2/8).
Dia menegaskan target 100 persen tidak hanya bisa disampaikan melalui mimbar. Untuk mencapai target tersebut harus dilakukan dengan cara-cara yang terstruktur dan terencana dengan baik. Dia telah memerintahkan Kadis Kesehatan Kabupaten Sikka Mari Bernadina Sada Nenu untuk menghitung pencapaian setiap hari selama dua bulan sehingga memenuhi target 100 persen.
Penjabat Bupati Sikka yang bertugas sejak 22 Juli 2018 itu menegaskan pemerintah akan terus berkomitmen melakukan kampanye imunisasi campak dan rubella. Salah satu cara yakni dengan terus-menerus mendorong orang tua membawa anak-anaknya ke tempat pelayanan kesehatan seperti posyandu, puskesmas, atau tempat-tempat yang dianggap layak untuk kegiatan imunisasi.
Mekeng P. Florianus menyebut virus campak dan rubella sebagai musuh bersama yang harus diberantas secara bersama-sama. Karena itu dia mengajak dan meminta dukungan seluruh komponen masyarakat, termasuk legislatif, dan yudikatif, untuk terus menerus berbicara tentang virus campak dan rubella. Dengan kampanye yang terus-menerus, dia meyakini masyarakat Kabupaten Sikka bisa mencegah penyebaran virus penyakit ini.
“Virus campak dan rubella, itu menjadi musuh bersama yang harus kita hadapi bersama. Saya minta supaya ini menjadi urusan bersama, tidak hanya urusan pemerintah. Dan kepada seluruh komponen masyarakat yang menjadi juru bicara, tidak boleh memungut biaya, karena yang kita lakukan adalah cara yang terbaik untuk menyelamatkan anak-anak yang kita banggakan,” ujar dia.
BERITA TERKAIT:
Baca Juga :  Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Sebagaimana diketahui, pencanangan kampanye imunisasi campak dan rubella dilakukan dengan pemukulan gong oleh Mekeng P. Florianus. Hadir saat itu antara lain Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Dominggus Mere, serta puluhan guru dan anak-anak sekolah. Setelah pencanangan, langsung diikuti dengan kegiatan imunisasi kepada beberapa balita dan anak sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Maria Bernadina Sada Ninu mengatakan 91.658 anak yang menjadi sasaran imunisasi tersebar di 644 Posyandu, 130 PAUD, 86 TKK, 348 SD, 92 SMP, 29 SMA, serta drop out sekolah. Dari jumlah sasaran, yang terbanyak adalah kelompok anak sekolah dasar berjumlah 43.131 orang, selanjutnya posyandu 25.709, dan disusul kelompok umur lainnya.*** (eny)

Berita Terkait

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:00 WITA

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:57 WITA

Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terbaru