





Maumere-SuaraSikka.com: Sebuah bom meledak di halaman Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Santo Misael Bilogai, Dekanat Moni-Puncak Jaya, Intan Jaya, Keuskupan Timika, Papua Tengah, Minggu (17/5) siang. Lima umat di stasi itu dikabarkan jadi korban, dan langsung dibawa lari ke Rumah Sakit (RS) Bilogai di Distrik Sugapa guna mendapatkan penanganan medis.
Informasi yang beredar, peristiwa ini adalah serangan bom udara menggunakan drone dan tembakan granat berpeluncur roket (RPG). Ledakan bom terjadi pada pukul 12.15 WIT, tepat saat umat Katolik di stasi tersebut baru selesai mengikuti ibadah dan meninggalkan gedung gereja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Serangan bom yang mendadak ini memicu kepanikan warga di Mbamogo. Masyarakat dilaporkan berpencar menyelamatkan diri ke kawasan hutan. Sebagian lainnya mengungsi menuju Sugapa untuk mencari perlindungan.
Akibat serangan bom ini, sedikitnya lima warga sipil dilaporkan mengalami luka-luka dan dalam kondisi darurat medis. Beberapa korban telah teridentifikasi antara lain Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau, dan Piter Nabelau. Sementara korban lainnya masih dalam proses pendataan karena situasi keamanan di lokasi belum kondusif.
Pastor Yanuarius Yance Wadogaudi Yogi, Pr, selaku Dekan Imam Dekanat Moni-Puncak di Keuskupan Timika bergerak bersama jemaat dan warga untuk mengevakuasi korban. Dua korban luka telah dibawa ke RSUD Intan Jaya guna mendapatkan penanganan medis.
Namun, lebih dari tiga korban sipil lainnya dilaporkan belum berhasil dievakuasi akibat situasi keamanan yang terus memburuk.*** (*/eny)





Ikuti Kami
Subscribe












