Pendamping Desa Seret Anggota DPRD Sikka ke Polisi

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 Mei 2019 - 14:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 12 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inosensius Ino sedang memberikan keterangan kepada wartawan di Polres Sikka, Selasa (21/5)

Inosensius Ino sedang memberikan keterangan kepada wartawan di Polres Sikka, Selasa (21/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Seorang pendamping desa di Kecamatan PaluE Kabupaten Sikka  Propinsi NTT bernama Inosensius Ino menyeret anggota DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri ke kantor polisi. Dia mendapat penghinaan, makian, dan intimidasi dari wakil rakyat tersebut.
Yoseph Karmianto Eri yang diklarifikasi terkait hal ini belum mau memberikan keterangan lebih detail. Ketua DPC PKB Sikka itu beralasan persoalan ini adalah urusan keluarga. Kuat kemungkinan dia akan menempuh jalur kekelurgaan untuk menyelesaikan persoalan ini. Sementara Inosensius Ino sendiri tetap teguh menyelesaikan masalah ini melalui jalur hukum.
Penghinaan, makian dan intimidasi yang dilakukan Yoseph Karmianto Eri kepada Inosensius Ini, terkuak setelah korban melaporkan persoalan ini ke SPKT Polres Sikka. Inosensius Ino, warga Kelurahan Kota Baru Kecamatan Alok Timur itu mendatangi Polres Sikka, didampingi kuasa hukumnya Anton Stefanus.
Dia membawa serta dua orang saksi yakni Harsen Ware dan Stanislaus Pele. Persoalan ini berawal dari informasi Harsen Wera kepada Insensius Ino pada Minggu (28/4), terkait pembicaraan antara Yoseph Karmianto Eri dan Ketua KPPS TPS Nitungle 01 Laurensius Lise, pada sehari sebelumnya. Pembicaraan dua orang ini menyangkut hasil perolehan suara Yoseph Karmianto Eri, yang adalah calon anggota DPRD Sikka.
Saat terjadi pembicaraan antara kedua orang itu, ternyata ada kata-kata penghinaan dan makian yang diungkapkan Yoseph Karmianto Eri. Kata-kata penghinaan itu dialamatkan kepada Inosensius Ino. Rupanya percakapan kedua orang ini direkam video oleh Stanislaus Pele. Rekaman video ini menjadi barang bukti yang diserahkan saat laporan di polisi.
“Saya dengar informasinya dari Harsen Wera. Lalu beberapa hari kemudian Stanislaus Pele ketemu saya, dan memperdengarkan rekaman video itu. Ternyata benar, ada kata-kata yang menghina saya, juga intimidasi saya,” ungkap Inosensius Ino kepada wartawan di Polres Sikka.
Inosensius menambahkan dalam rekaman video tersebut, Yoseph Karmianto Eri mengintimidasi dirinya dengan mengatakan akan menelepon Korkab dan Korprop Pendamping Desa, dan merekomendasikan untuk memecat Inosensius Ino sebagai Tenaga Pendamping Profesional Kecamatan PaluE.
“Saya rasa tidak nyaman dan kuatir ancaman tersebut benar-benar terjadi, karena mengingat dia adalah seorang anggota legislatif yang bisa saja menekan eksekutif untuk melakukan apa yang dia inginkan,” ujar dia.
Anton Stefanus selaku kuasa hukum menjelaskan berdasarkan infromasi dari Harsen Wera dan Stanislaus Pele, serta barang bukti rekaman pembicaraan antara Yoseph Karmianto Eri dan Laurensius Lise, maka patut diduga telah terjadi tindakan penghinaan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 315 KUHP, serta tindakan arogan atau intimidasi terhadap kliennya.
Usai memberikan laporan, Inosensius Ino langsung diambil keterangan oleh penyidik. Informasinya, selain memeriksa saksi-saksi, penyidik juga akan memanggil Yoseph Karmianto Eri selaku terlapor untuk didengarkan keterangannya.*** (eny)
Baca Juga :  Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA