Sikka KLB Rabies, 9 Kecamatan Siaga

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 16 Juli 2019 - 20:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 24 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Maumere-SuaraSikka.com: Dua warga masyarakat Kabupaten Sikka diketahui meninggal akibat virus rabies. Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo pagi tadi telah menetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Setidaknya 9 kecamatan masuk dalam wilayah siaga yaitu Waigete, Doreng, Bola, Kangae, Kewapante, Alok Timur, Koting, Lela, dan Nita.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Hengki Sali, Selasa (16/7),  mengatakan selama tahun 2019 ini telah terjadi 775 kasus gigitan anjing. Dari jumlah kasus itu, pihaknya telah mengirim 45 spesimen otak anjing ke Balai Besar Veteriner di Denpasar.
“Ada 41 spesimen otak yang sudah terdeteksi, di mana 23 spesimen positip rabies. Sementara 4 spesimen masih dideteksi. Dan dari kasus gigitan itu ada dua orang yang meninggal di bulan Mei lalu, 1 dari Egon dan 1 dari Hoder,” jelas Hengki Sali usai memimpin rapat koordinasi penanggulangan rabies di Aula Kantor Dinas Pertanian, Selasa (16/7).
Dia mengatakan Kabupaten Sika telah melakukan penaggulangan rabies sejak tahun 1998. Kasus kematian warga akibat virus rabies baru terjadi pada tahun 2018, di mana ada 1 warga yang meninggal, dan pada tahun 2019 2 orang yang meninggal. Menurut dia, kondisi ini mengindikasikan lonjakan yang tinggi, sehingga sesuai aturan kesehatan bisa dinyatakan sebagai KLB.
Terkait KLB, Dinas Pertanian yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan, berencana akan melakukan vaksinasi darurat dan eliminasi selektif terhadap hewan penyebar rabies (HPR). Langkah yang ditempuh ini diprioritaskan terlebih dahulu di 9 kecamatan yang rentan virus rabies.
Hengki Sali bersama kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Maria Bernadina Sada Neni telah melakukan rapat koordinasi dengan para camat dari 9 kecamatan untuk memantapkan langkah-langkah vaksinasi darurat dan eliminasi selektif.*** (eny)
Baca Juga :  Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Berita Terkait

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terbaru

Tim Basarnas Maumere tengah mengevakuasi korban gempa di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:07 WITA

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA