Warga Empat Desa di Mego Konsumsi Air Kubangan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 27 Juli 2019 - 21:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 38 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak-anak kecil di Desa Bhera Kecamatan Mego mengambil air  kubangan di bantaran sungai, Jumat (26/7)

Anak-anak kecil di Desa Bhera Kecamatan Mego mengambil air kubangan di bantaran sungai, Jumat (26/7)

Maumere-SuaraSikka.com: Kabupaten Sikka Propinsi NTT dilanda darurat kekeringan. Beberapa desa telah menjerit kekurangan air bersih. Di Kecamatan Mego misalnya, warga di empat desa terpaksa konsumsi air kubangan yang diambil dari bantaran Sungai Kelibhera dan Kaliwajo.
Kepala BPD Bhera Wilhelmus Wara menyebutkan Desa Bhera merupakan salah satu desa yang sering dihantam krisis air bersih. Kondisi itu dirasakan setiap kali memasuki musim kemarau. Keadaan yang sama dialami juga warga di Desa Dobo, Dobo Nua Puu dan Korobhera.
“Empat desa ini mengalami krisis air bersih sudah puluhan tahun. Kami belum pernah nikmati air bersih. Sepertinya kami ini masyarakat yang dianaktirikan. Ada proyek pemasangan jaringan perpipaan, tapi hanya sebatas itu saja,” ungkap Wihelmus Wara, Jumat  (26/7) di Bhera.
Dia mengatakan belakangan ini warga masyarakat terpaksa mengambil air kubangan dari bantaran sungai. Hal ini sangat terpaksa dilakukan, demi memenuhi kebutuhan untuk minum dan memasak. Karena kalau tidak demikian, maka warga masyarakat harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk pengadaan air bersih yang dijual melalui tangki air dari Maumere.
Biasanya warga masyarakat ke bantaran sungai, lalu mulai membuat kubangan untuk mendapatkan air. Kemudian mereka menyusun bebatuan, melingkari kubangan. Batu-batu itu berfungsi layaknya penyaring. Warga perlu waktu menunggu selama kurang lebih 1 hari sampai kubangan terisi penuh air.
Setiap hari warga masyarakat turun ke bantaran sungai untuk mengambil air dari kubangan. Ratusan jeriken antri pada beberapa kubangan. Saling berebutan dan adu mulut kerap menjadi pemandangan yang tidak elok.
Wihelmus Wara berharap pihak-pihak yang berkepentingan di Kabupaten Sikka segera melakukan intervensi atas persoalan krisis air bersih yang dialami warga masyarakat di empat desa itu. Jika para pengambil kebijakan bersikap masa bodoh, maka bisa dipastikan kesehatan masyarakat akan terganggu karena mengonsumi air bersih yang tidak layak.
Sebelumnya, pada pertangahan Juli lalu, warga masyarakat di Desa Persiapan Legi Woda Kecamatan Magepanda, terpaksa membobol jaringan perpipaan yang melintasi depan rumah mereka. Hal itu dilakukan agar mereka bisa mendapatkan air bersih.
Mereka membobol jaringan perpipaan dengan cara melobangi pipa, dan kemudian measukkan selang ke dalam pipa tesebut. Praktis air bersih tidak bisa mengalir ke wilayah lain. Setelah mereka mendapatkan air bersih yang cukup, warga kemudian menutup kembali  dengan sumbatan kayu.
Kabupaten Sikka merupaklan salah satu daerah yang berpotensi kekeringan ekstrim pada tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyampaikan sudah empay desa yang melaporkan krisis air bersih, yaitu Desa Nele Barat, Nele Lorang dan Nele Urung di Kecamatan Nele, dan Desa Bhera di Kecamatan Mego.
BPBD Sikka sudah menyalurkan air bersih ke tiga desa di Kecamatan Nele. Penyaluran hanya berlangsung satu hari, karena kendala kerusakan mobil tangki air. Sejauh ini belum diketahui bagaimana upaya serius pemerintah menangani masalah krisis air bersih.*** (eny)
Baca Juga :  Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin

Berita Terkait

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terbaru

Tim Basarnas Maumere tengah mengevakuasi korban gempa di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:07 WITA

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA